Mengenal Pemangku Adat Pernikahan Kahiyang-Bobby

foto
Pandapotan Nasution, pemangku adat Mandailing di Jakarta. Foto: Wisnu Agung Prasetyo/Beritagar.id.

Peribahasa “Lain padang lain belalang, lain lubuk lain pula ikannya” tampaknya paling pas menggambarkan keanekaragaman budaya di Indonesia. Banyaknya suku di Indonesia turut memengaruhi adat budaya yang ada.

Karenanya, di setiap daerah harus ada sosok pemimpin, sosok yang bertanggung jawab untuk mengatur kelestarian budaya serta masyarakat sekitarnya. Biasanya mereka disebut pemangku adat atau kerap disebut juga juru adat.

Salah satu pemangku adat yang belakangan ini namanya sedang banyak disebut adalah Pandapotan Nasution. Ya, ia merupakan pemangku adat yang akan memimpin jalannya upacara pernikahan adat Mandailing untuk Kahiyang Ayu dan Bobby Nasution.

Pandapotan Nasution yang memiliki gelar Patuan Kumala Pandapotan ini merupakan generasi ke-16 Nasution. Selain aktif menjabat sebagai pemangku adat, lelaki yang akrab disapa Pandapotan ini pun merupakan pendiri tabloid Sinondang Mandailing yang edisi perdananya terbit pada 2007.

Tabloid yang kini berganti format menjadi majalah tersebut fokus mengupas soal adat budaya, bahasa, pertuturan, kuliner hingga masyarakat Mandailing terkini, yang terbit di Medan, Sumatra Utara. “Majalah ini sudah cukup lama. Dulunya tabloid, tapi ndak lagi, sekarang sudah ganti jadi majalah,” jelasnya dalam wawancara dengan Beritagar.id.

Lelaki berusia 80 tahun ini juga pernah aktif dalam dunia politik. Dulunya ia menjabat sebagai salah satu anggota DPR dari fraksi Golkar mulai 1992 hingga era reformasi sebelum akhirnya memutuskan untuk kembali menetap di Medan.

Kini ia tengah membantu Pemkab Mandailing Natal dan Dinas Pendidikan & Kebudayaan untuk melaksanakan acara pelatihan terhadap guru-guru tingkat sekolah menengah, khususnya guru sejarah.

Kepada mereka Pandapotan mengajarkan tentang adat budaya Mandailing Natal sebagai muatan lokal di sekolah-sekolah. Tujuannya agar generasi muda tak buta dan kehilangan arah akan adat budaya daerahnya sendiri.

Di pernikahan Kahiyang dan Bobby nanti, lelaki yang memiliki empat orang anak dan 12 cucu ini akan memimpin jalannya upacara adat. Mulai dari penyambutan Kahiyang (haroan boru), pemberian marga (mangalehan marga), pemotongan kurban (manalpokkon lahan ni horja) hingga ke acara puncak berupa penyambutan ayah dari Kahiyang Ayu, Presiden Joko Widodo.

Di beberapa daerah di Indonesia, peran pemangku adat memang masih begitu penting. Contohnya di Bali. Pemangku adat di sini memiliki tugas yang cukup beragam; mulai dari menjaga hubungan antara masyarakat adat dan Sang Pencipta, masyarakat dengan sesamanya, hingga menjaga benda-benda pusaka adat.

Di Bali, para pemangku atau disebut pinandita juga dituntut untuk memberikan tuntunan tata susila kepada umatnya.

Di Kampung Naga, Jawa Barat, pemimpinnya disebut kuncen. Meskipun menjabat sebagai pemangku adat, tetapi di masyarakat kuncen tetap akan bermusyawarah dengan ketua RT, RW dan sebagainya untuk menghasilkan keputusan yang dapat diterima semua warga, demokratis, dan terbuka.

Mirip seperti yang berlaku di beberapa daerah lainnya, pengangkatan pemangku adat di Mandailing dilakukan dengan pengukuhan. Acara pengukuhan ini biasanya dilakukan oleh raja dan dihadiri oleh raja-raja dari seluruh nusantara.

Adapun alasan seseorang diangkat menjadi pemangku adat diangkat ialah karena ia dianggap dapat bertanggung jawab atas tugas yang diberikan kelak.

Dalam menjalankan tugasnya, pemangku adat pun nantinya akan berkoordinasi dengan lembaga adat, menerima tanggung jawab tertinggi pada hal-hal yang berhubungan dengan pengaturan harmonisasi kehidupan sosial dan religius, sehingga kehidupan warga masyarakatnya dapat berlangsung dengan tertib. (ist)

Add Comment