Dharma Pusaka Indonesia Luncurkan Batik Tulis Sutra

foto
Motif batik asli Banyuwangi ini tercatat dalam Museum Budaya Banyuwangi. Foto: Tempo/Aris Novia Hidayat.

Seiring dengan meningkatnya apresiasi batik dan usaha batik sebagai penggerak ekonomi rakyat, PT Dharma Pusaka Indonesia resmi meluncurkan penjualan batik di sebuah hotel di kawasan Jakarta Selatan, akhir pekan lalu.

Peluncuran ini seperti dilaporkan Tempo.co, ditandai dengan pembatikan gambar gunungan yang merupakan logo batik Dharma Pusaka menggunakan canting yang dilakukan oleh Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Triawan Munaf yang didampingi Komisaris Dharma Pusaka Ryan Hartono dan Direktur Dharma Pusaka Singgih Handoyo.

Direktur Dharma Pusaka Singgih Handoyo mengatakan, seiring perkembangan industri batik yang semakin baik, banyak orang yang mulai bangga menggunakan batik sebagai busana sehari-hari.

Oleh karena itu, batik tak hanya sebagai warisan budaya, tetapi juga mampu menggerakkan ekonomi kreatif. “Kami ingin menggerakkan bisnis usaha batik untuk menggerakkan ekonomi dan pelestarian budaya,” katanya di sela-sela peluncuran batik Dharma Pusaka.

Dari sisi perekonomian nasional, tambahnya, jumlah tenaga kerja yang dapat diserap dalam usaha batik telah mencapai 600 ribu orang, termasuk didominasi oleh tenaga kerja wanita. Sementara pelaku usahanya kini mencapai angka sekitar 56 ribu, sebagian besar usaha mikro. “Hari ini Dharma Pusaka resmi menambah angka jumlah pelaku usaha di bidang batik,” katanya.

Dharma Pusaka sendiri resmi berdiri pada September 2017 dan telah membuka gerai batik di Menara Bidakara dan selanjutnya di Hotel Sari Pan Pacific serta Hotel Grand Sahid Jaya.

Dalam memproduksi batik, PT Dharma Pusaka Indonesia bermitra dengan para perajin batik di daerah Pekalongan, Sragen dan terus dikembangkan dengan perajin batik di wilayah lain.

Saat ini Dharma Pusaka menghadirkan batik premium, yaitu batik tulis berbahan sutra dan sutra prada. Selain itu, juga menyediakan batik tulis dengan motif klasik berbahan sutra, sehingga tampilan kain batik tersebut menjadi lebih bersinar dan tampak mewah. “Biasanya batik tulis hanya diterapkan pada bahan katun, kami mencoba dengan kain sutra,” ujarnya. (tmp)

Add Comment