Lestarikan Budaya Lewat Festival Jharan Kencak

foto
Seniman Jharan Kencak tengah mempertunjukkan atraksi kuda berdiri yang menghibur warga. Foto: Ist.

Bertujuan melestarikan kebudayaan setempat, Pemkab Lumajang melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan menggelar Festival Jharan Kencak 2017 di Alun-Alun Kabupaten Lumajang, Minggu (26/11) lalu.

Kegiatan tahunan yang merupakan rangkaian Hari Jadi Ke-762 Lumajang tersebut mendapat perhatian dari masyarakat setempat karena Jharan Kencak merupakan kearifan lokal yang lahir di tengah-tengah masyarakat pendhalungan atau masyarakat asimilasi budaya Jawa dan Madura.

“Kesenian Jharan Kencak telah diakui oleh Indonesia dengan diberikannya Sertifikat Warisan Budaya Tak Benda dari Mendikbud kepada Kabupaten Lumajang, sehingga kesenian itu tidak bisa diakui oleh kabupaten/kota lain karena sertifikatnya sudah berbunyi Jharan Kencak adalah budaya asli dari Lumajang,” kata Bupati Lumajang As’at seperti dilaporkan situs Tagar.id di Lumajang, Minggu (26/11).

As’at mengemukakan, Festival Kesenian Jharan Kencak merupakan upaya Pemkab Lumajang untuk melestarikan kebudayaan di Lumajang agar semakin dicintai dan dilestarikan oleh masyarakatnya.

Festival itu telah diselenggarakan Pemkab Lumajang sejak 2011 dan tahun ini sekitar 185 Jharan Kencak siap menghibur masyarakat di wilayah setempat, bahkan tidak hanya kesenian Jharan Kencak ditampilkan, namun ada kesenian Tari Kopyah.

“Sebuah tarian yang menggunakan kopyah atau songkok sebagai objek tarian yang digoyang-goyangkan oleh penari. Jharan Kencak Lumajang sudah dikenal tidak hanya di Jawa Timur, namun masyarakat di daerah lain mengapresiasi Jharan Kencak Lumajang hebat,” tuturnya.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Timur Jarianto mengaku bangga terhadap kepedulian Pemkab Lumajang dalam melestarikan kebudayaan di daerah setempat, bahkan pihaknya memberikan penghargaan kepada Lumajang sebagai Kabupaten Peduli Wisata.

“Kegiatan Festival Jharan Kencak itu tidak hanya dapat melestarikan kearifan lokal Lumajang, namun juga dapat menciptakan suasana yang guyub rukun masyarakat Lumajang akan terjaga,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Bupati Lumajang As’ad juga menyerahkan Novel Etnografi tentang kisah inspiratif dari kesenian Jharan Kencak kepada Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur.

Novel tersebut hasil karya Rida Fitria yang juga istri Ketua Paguyuban Jharan Kencak Kabupaten Lumajang A’ak Abdullah Al Kudus.

Setelah dibuka oleh Bupati Lumajang, ratusan Jharan Kencak tersebut diarak dari alun-alun Kabupaten Lumajang menuju Gedung Olahraga (GOR) Wirabhakti Lumajang yang dipadati ribuan penonton di sepanjang jalan yang dilalui Jharan Kencak tersebut. (ant)

Add Comment