Desa Budaya Bondowoso Butuh Sentuhan

foto
Ribuan warga saat mengikuti ritual Gugur Gunung dalam peresmian Desa Budaya Ramban Kulon. Foto: Suarajatimpost.com.

Dinobatkannya Desa Ramban Kulon, Kecamatan Cermee, sebagai Desa Budaya pertama di Kabupaten Bondowoso, diharapkan bukan ceremonial semata. Namun, diharapkan mempunyai potensi untuk mendongkrak sektor pariwisata.

“Saya optimis Desa Budaya Ramban Kulon bisa menjadi destinasi wisata baru di Bondowoso. Karena, di sana masih banyak ditemukan peninggalan budaya seperti sumur majapahit, jembatan manting dan rumah adat,” terang Harry Patriantono, Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) kepada Suarajatimpost.com di ruang kerjanya, beberapa waktu lalu.

Menurutnya, Desa Budaya merupakan pintu masuk menuju objek wisata batu so’on Solor yang harus dikembangkan dengan dukungan dari beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

“Harus ada sinergi lintas sektor. Sehingga, bukan hanya budayanya saja yang dikembangkan, tetapi bagaimana bisa mengemas desa tersebut sebagai tujuan wisatawan yang bakal mengunjungi stonehenge van java di Desa Solor,” tambahnya.

Namun, dirinya sedikit kecewa, mengingat saat peresmian, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan tidak melibatkan beberapa OPD yang bisa mendukung pengembangan Desa Budaya.

“Seharusnya ada beberapa OPD yang dilibatkan, agar pengembangan dari berbagai sisi bisa tercapai. Semisal Disparpora dalam hal promosi wisata dan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), Diskoperindag untuk meningkatkan UKM warga setempat sebagai pusat oleh-oleh dan akses jalan bisa dibenahi oleh Dinas PMD,” urainya.

Desa Budaya Ramban Kulon secara langsung diresmikan oleh Bupati Bondowoso Amin Said Husni, pada 6 November 2017 lalu. Dalam peresmian tersebut, ribuan warga begitu semarak mengikuti ritual ngideri dan gugur gunung yang sudah menjadi tradisi turun temurun. (ist)

Add Comment