Mengenang Ki Samin Lewat Festival Samin di Bojonegoro

foto
Penyerahan bantuan tas sekolah pada siswa dari warga Samin. Foto: Kemenag.

Komunitas Samin di Dusun Jepang, Desa Margomulyo, Kecamatan Margomulyo, Kabupaten Bojonegoro menggelar Festival Samin bertema ‘Prasaja Apa Anane’ yang berisi berbagai kegiatan seni budaya khas daerah setempat pada 22 Desember 2017 lalu.

Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Bojonegoro, Suyanto kepada OkeZone.com, menjelaskan berbagai kegiatan dalam Festival Samin semuanya merupakan prakarsa warga di Komunitas Samin di Dusun Jepang.

Event ini merupakan rangkaian dari peringatan Hari Jadi Bojonegoro ke-340. Festival Samin 2017 diharapkan menjadi sarana untuk memperkenalkan kearifan lokal masyarakat Samin yang sederhana, apa adanya dan penuh kejujuran.

Kegiatan Festival Samin, lanjut dia, diawali dengan sarasehan yang diikuti warga di komunitas setempat di Balai Budaya Samin, pada 21 Desember malam hari. Sarasehan membahas perjuangan Ki Samin Surosentiko, juga filsafat dalam menjalani hidup melawan penjajahan kolonial Belanda.

“Sarasehan diikuti warga setempat membahas perjuangan Ki Samin Surosentiko melawan penjajah Belanda. Warga dan pihak luar harus tahu bahwa samin bukan mengandung konotasi ‘nyamin’ atau acuh tak acuh,” kata pria yang biasa dipanggil Yanto Munyuk.

Menyusul setelah itu, lanjut dia, pagi harinya digelar jalan santai juga oleh warga setempat, dan kegiatan sosialisasi tentang kesehatan yang dilaksanakan Kementerian Agama (Kemenag). “Kegiatan juga diisi kesenian reog jaran kepang juga karawitan Samin Laras yang semuanya dilakukan warga di komunitas Samin,” jelasnya.

Selain itu, lanjut dia, juga digelar berbagai kegiatan kesenian lainnya mulai drama Samino-Samini, tari Thengul dan pergelaran Wayang Thengul dengan dalang warga di komunitas Samin.

“Ada kegiatan arak-arakan warga dengan tema ‘Wayah Samin’ yang akan dipimpin Bambang putra Hardjo Kardi trah Samin Surosentiko,” kata Yanto.

Disbudpar, lanjut dia, mendukung kegiatan Festival Samin dengan membagikan film dokumenter dalam bentuk CD dengan durasi 40 menit kepada peserta sarasehan juga warga luar yang hadir dalam kegiatan dalam Festival Samin tersebut.

“Film dokumenter itu berisi berbagai perjalanan Ki Samin Surosentiko dalam melawan penjajah Belanda juga filsafat hidupnya yang berisi ajaran kebajikan,” ujarnya.

Ia menambahkan kegiatan Festival Samin ini bisa menambah agenda pariwisata yang berbasis budaya daerah sebagai usaha menarik pengunjung dari luar daerah, selain lokal. “Kegiatan Festival Samin akan diagendakan setahun sekali,” pungkasnya. (ris)

Add Comment