Lingga Yoni Zaman Hindu Tak Lagi Utuh

foto
Lingga Yoni ditemukan di Lamongan. Foto: Detikcom/Eko Sudjarwo.

Lamongan dikenal menyimpan benda-benda bernilai sejarah. Namun sayang, banyak benda bernilai sejarah tersebut tidak lengkap lagi. Salah satunya, lingga yoni. Data yang dimiliki Pemerhati Budaya Lamongan, Supriyo bahwa lingga yoni peninggalan masa zaman Hindu banyak sekali. Supriyo menyebut setidaknya ada 12 lingga yoni yang tersebar di seluruh Lamongan.

“Data di kami menunjukkan kalau ada sekitar 12 lingga yang tersebar di seluruh Lamongan,” terang Supriyo kepada detikcom di rumahnya Desa Klagen Slamprat, Kecamatan Maduran, Lamongan.

Dari 12 lingga, jelas dia, hanya satu lingga yang saat ini masih lengkap beserta yoni-nya. Yoni itu berada di Kecamatan Sukodadi. Rata-rata, kata Supriyo, lingga tersebut ditemukan sudah tanpa lingga dan sebagian hilang dicuri.

“Lamongan menyimpan beberapa temuan lingga yoni, namun hari ini yang tersisa hanyalah beberapa yoni saja tanpa lingga. Seharusnya dinas terkait bisa memfasilitasi yoni-yoni ini agar aman dan tak terjamah, karena ini adalah peninggalan sejarah,” katanya.

Supriyo menyebutkan, beberapa lokasi lingga yoni tersebut adalah Yoni Kumisik di Dusun Kumisik, Desa Lawangan Agung, Kecamatan Sugio. Saat ini hanya tersisa yoni saja dalam kondisi pecah di sisi-sisinya.

Selain di Dusun Kumisik, 2 Yoni di Desa Dumpi Agung, Kecamatan Kembangbahu, berukuran besar dan kecil, serta Yoni di Dusun Landeyan Desa Kedungwaras Kecamatan Modo.

“Ada juga Yoni dari Sugio berukuran kecil yang saat ini tersimpan di kantor dinas pariwisata. Bahkan konon, ditemukan Yoni di sekitar Desa Gondang,” ungkap Priyo sambil menyebut sejumlah tempat lain tempat ditemukannya Yoni tersebut.

Sementara Kepala Seksi Museum Sejarah dan Purbakala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Lamongan, Miftah Alamudin mengatakan, pihaknya menyadari banyak lingga Yoni ini yang hilang atau tidak lengkap dan rusak.

Pihaknya berencana membuat museum yang bisa dimanfaatkan untuk menyimpan benda-benda sejarah. “Kami juga akan mendata ulang benda-benda sejarah ini dan memberikan SK bupati terhadap benda-benda purbakala ini,” tegasnya. (dtc)

Add Comment