Wisata Agro Perkebunan Kopi Belanda di Blitar

foto
Perkebunan kopi De Karanganjar Koffie Plantage di Nglegok, Blitar. Foto: Beritasatu.com/Chairul Fikrie.

Kabupaten Blitar yang terletak di wilayah selatan Provinsi Jawa Timur ternyata punya banyak lokasi wisata yang patut dikunjungi wisatawan.

Selain memiliki wisata budaya dan sejarah, yakni berupa Candi Penataran, Blitar juga dikenal sebagai penghasil kopi robusta berkualitas yang patut diperhitungkan dibanding kopi dari wilayah Indonesia yang lain.

Perkebunan kopi De Karanganjar Koffie Plantage di daerah Karanganyar Timur, Kecamatan Nglegok, Blitar ini jadi salah satu perkebunan kopi tertua yang ada di wilayah Blitar. Ini merupakan perkebunan peninggalan Pemerintah Kolonial Belanda.

Selain terdapat perkebunan Kopi, daerah yang memiliki luas 300 hektare ini juga terdapat beberapa lokasi museum tempat barang-barang sejarah peninggalan mulai dari zaman Kerajaan yang ada di wilayah Jawa, peinggalan pemerintah Kolonial Belanda hingga jaman perjuangan Bangsa.

Di tengah perkebunan kopi yang mengusung konsep agrohistori cofee itu terdapat beberapa bangunan bergaya Eropa bekas peninggalan Belanda salah satunya adalah bangunan Kantor perkebunan yang diberinama “De Karananjar Koffieflantage Blitar”‘ yang dimiliki oleh perusahan bernama Harta Mulia.

“Jadi kebun kopi ini ada sejak zaman Belanda, sekitar tahun 1874. Lalu diteruskan pemegang HGU yakni PT Harta Mulia tahun 1960. Tapi untuk destinasi wisata baru saya buka Desember 2016 lalu dengan mengusung konsep wisata agro sambil menikmati kopi yang dipetik dan diolah langsung dari perkebunan,” ungkap Direktur Utama Keboen Kopi, Karanganyar, Wima Brahmntya, Minggu (21/1) seperti dilaporkan BeritaSatu.com.

Selain dapat menikmati kopi di areal tersebut, wisatawan yang datang ke sana juga dapat berkunjung ke beberapa museum yang ada di sana.

Di sini ada beberapa lokasi museum seperti museum Pusaka, museum Blitaran, dan museum Purnabakti. Museum Blitaran berisi lukisan-lukisan koleksi pribadi pengelola kebun kopi. Dimana di museum-museum itu ada beberapa benda pusaka berisi keris-keris kuno berbagai jenis.

Misalnya keris omyang, keris tilam, keris keleng luk 7, dan keris junjung drajat. Ada juga lukisan karya seniman kawakan Nusantara, Basoeki Abdullah. Ada pula hasil goresan tangan Lim Wasim, Rustamaji, dan Asrofil Huda dan yang menarik ada lukisan yang digubah dari ampas-ampas kopi.

“Di sini ada pula Rumah Loji yang dahulunya di huni oleh pemilik Kebun Kopi, dan di dalamnya ada pula sebuah kamar yang pernah disinggahi bapak Proklamator kita, Soekarno. Dimana Barang-barang yang ada di dalamnya itu berasal dari sebuah kamar di Hotel Indonesia, Jakarta. Dan barang-barang tersebut memang di beli langsung dari sana,” tambahnya.

Yang paling menarik dari perkebunan kopi ini, Wisatawan juga bisa menjadi relawan dan belajar meracik kopinya sendiri. Dimana pihak perkebunan juga membuat sebuah program khusus untuk wisatawan asing. Para wisatawan mancanegara yang berkunjung ke kebun diperkenankan menjadi pengelola kebun, mulai dari petani hingga penyeduh kopi.

Dimana setiap wisatawan mancanegara yang datang akan bekerja sebagai karyawan di pabrik kopi tanpa dibayar. Umumnya yang tertarik mengikuti program volunteer selama dua minggu. Jadi wisatawan yang datang disana akan merasakan sensasi dilayani oleh para wisatawan mancanegara yang menjadi voulenter.

Untuk bisa menikmati sensasi di perkebunan kopi itu, Wisatawan dapat masuk keperkebunan Kopi dengan membayar tiket Rp 15.000 saja. Dalam perkebunan itu, selain menimati kopinya, wisatawan juga dapat berbelanja oleh-oleh kopi yang asli diproduksi oleh perkebunan kopi tersebut. (ist)

Add Comment