Kepiawaian Mahasiswa STKW Pukau Penguji

foto
Mahasiswa jurusan karawitan STKW saat tampil pada sebuah acara. Foto: Dok STKW.

Sekolah Tinggi Kesenian Wilwatikta (STKW) Surabaya telah melangsungkan ujian pembawaan bagi mahasiswa semester V jurusan Karawitan di kampus setempat. Berlokasi di pendapa kampus, beberapa waktu lalu, satu persatu mahasiswa diuji dan tampil dengan luar biasa.

Para mahasiswa yang sudah terbagi dalam satu kelompok untuk empat orang ini langsung menuju alat musik karawitan. Ketika memainkan musik karawitan ini, mereka juga dibantu seniman dari daerah.

Perpaduan harmonis dari gamelan dan merdunya suara sinden menyatu membentuk alunan indah, sesekali juga ada penari yang mengiring seperti tari topeng malangan. Apalagi ada musik karawitan rancak Banyuwangian.

Salah satu dosen penguji, Sabar MSn mengatakan, kepiawaian mahasiswa yang mengikuti ujian pembawaan sudah tidak.diragukan lagi. Apalagi rata-rata dari mereka juga pernah berpengalaman mengikuti event besar. “Namun kami berharap, ujian pembawaan ini tidak lagi ditempatkan di sekolah ini, namun bisa keliling ke daerah,” harapnya seperti dilaporkan Harian Bhirawa.

Dosen Pengajar Karawitan Suyadi MSn yang juga Wakil Ketua III STKW Surabaya didampingi Kajur Seni Karawitan Joko Susilo MSn mengatakan, mata kuliah pembawaan adalah salah satu mata kuliah praktek yang wajib ditempuh mahasiswa S1 termasuk berapa mata kuliah praktek yang telah ditempuh mulai dari semester 1 sampai semester 5.

Adapun ujian pembawaan ini di dalamnya ada praktek karawitan Jawa Timur, praktek karawitan Madura, karawitan Banyuwangi dan praktek karawitan dari Jawa Timur. Pada prosesnya ujian pembawaan melalui beberapa tahapan yaitu satu evaluasi dosen pembimbing, di mana mahasiswa peserta uji diwajibkan menguasai 8 materi yang diambil dari masing-masing mata kuliah.

Pada tahap ini tuntutan materi difokuskan pada tingkat hafalan dan penguasaan pada instrumen pokok mahasiswa peserta uji melakukan proses pelatihan dengan didampingi oleh dosen pembimbing.

Berikutnya masing-masing materi diuji oleh masing-masing dosen pembimbing dan bisa mengerjakan pada tahap berikutnya. Bila materi ujian telah dinyatakan 10 titik lulus. Tahap tes awal tes jurusan mahasiswa peserta uji ini menyajikan empat material dari evaluasi dosen pembimbing. Tuntutan penguasaan pada tahap ini yakni, pada kualitas dan totalitas penyajian dari tiap-tiap materi uji.

Atas pertimbangan dewan penguji dan persetujuan dosen pembimbing dari masing-masing mahasiswa menyajikan 2 materi yang diujikan di hadapan tim penguji yang ditentukan oleh jurusan.

Tes tahapan penentuan setelah peserta dinyatakan lulus pada tahap awal, mahasiswa masing-masing peserta uji mempersiapkan dua materi uji untuk dipergelarkan dihadapan tim penguji. Tuntutan penguasaan pada tahap ini yakni pada kualitas dan totalitas penyajian dari tiap-tiap materi uji.

Sebelumnya, materi sajian yang ditampilkan para mahasiswa tersebut yaitu Gendhing Semarangan Slendro Pathet 8, Gendhing Puspa Slendro Pather sembilan koma Tari Topeng Ragil Kuning, Arasemen Lagi Gerajagan Banyuwangi, Gendhing Tallang Slendro Pathet 9, Karawitan Tari Topeng Patih,Gendhing Sekar Cindhe Slendro Pathet 8, dan Arrasemen Lagu Tanah Kelahiran.

Selaku dosen penguji ada Sabar MSn, Drs Suwarmin MSn, Joko Susilo MSn, Drs Sunarto MSn, Suwandi Widianto MSn, Hari Wirawan MSn, dan Yuddan Fijar Sugma MSn.

Kepala UPT Lembaga Seni “Wilwatikta”, Drs Arif Rofiq MSn mengatakan, kegiatan ujian pembawaan ini memang sudah lama dan penting untuk diikuti. “Dalam ujian pembawaan ini, turut mengundang kehadiran orang tua untuk mengetahui progress pendidikan anak mereka,” katanya.

Turut hadir Kepala UPT Taman Budaya Jawa Timur, Sukatno SSn MM yang mengapresiasi kepiawaian masing masing mahasiswa yang tengah mengikuti ujian pembawaan. “Tidak perlu diragukan lagi, karawitan di STKW ini lebih maju dan luar biasa bagi mahasiswa yang bisa mempelajarinya. Belajar karawitan memang tidak gampang,” katanya. (ist)

Add Comment