The Waroeng, Paduan Budaya dan Kearifan Lokal

foto
Batik tulis merek Sumbersari hanya diproduksi satu buah setiap modelnya. Foto: Friska Kalia /Beritagar.id.

Apa yang terlintas dalam benak saat mendengar atau melihat kain batik? tentu saja Indonesia. Bukan menjadi hal baru bahwa batik merupakan salah satu budaya serta kekayaan bangsa Indonesia.

Keindahan yang terlukis dalam lembaran kain, membentuk sebuah harmoni indah yang menyatukan antar satu daerah dengan daerah lain. Batik merupakan sebuah mahakarya anak bangsa, yang menjelma menjadi identitas luhur yang dijaga hingga kini.

Berbicara tentang batik, kini ada beberapa tempat wisata yang menjadikan batik sebagai magnet utamanya, termasuk di Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur. The Waroeng namanya. Berlokasi tepatnya di Desa Sumbersari, Kecamatan Maesan.

Seperti dilaporkan Beritagar.id, objek wisata ini memadukan keindahan alam, batik, serta ragam kuliner tradisional khas Indonesia. mengusung konsep eduwisata batik dengan tatanan dan desain khas pedesaan, The Waroeng menjadi alternatif wisata murah meriah dan berkesan untuk dikunjungi.

Letaknya sekitar 15 km dari pusat kota Bondowoso, tepat di perbatasan antara Kabupaten Jember dan Bondowoso. Jika dari Jember bisa ditempuh dengan waktu sekitar 30 menit dan dari kota Bondowoso sekitar 20 menit.

The Waroeng relatif mudah ditemui. Dari pusat kota Bondowoso ada beberapa alternatif transportasi yang bisa dicoba, di antaranya bus antar kota menuju Jember, angkutan kota menuju Kecamatan Maesan, serta ojek daring (online) yang kini telah menjamur.

Hal yang sama jika pelancong datang dari Kabupaten Jember. Ojek online sepertinya menjadi alternatif terbaik.

Sesaat setelah memasuki lokasi wisata, pengunjung akan disambut dengan rimbunnya tumbuhan hijau di segala sisi, dengan beragam tanaman dan bunga indah di sepanjang taman. Serta ornamen khas Jawa Timuran seperti ukiran, wayang dan tentu saja kain batik.

Perhatian pengunjung akan langsung tertuju ke sebuah galeri batik yang terletak di lobi. Di pintu depan, pengunjung akan disambut beberapa pekerja yang tengah mengerjakan proses melukis batik tulis dengan canting yang khas.

Aroma malam basah, akan berpadu dengan suasana rindah serta sejuk di sekitar lokasi wisata. Masuk ke dalam, pengunjung akan melihat sejumlah saung yang bisa digunakan untuk beristirahat sembari menikmati berbagai menu makanan tradisional khas The Waroeng.

Ada beberapa saung yang bisa anda pilih. Saung yang langsung menghadap sawah, saung yang dibawahnya dialiri aliran air sungai, atau menuju ke saung yang dipenuhi dengan ukiran kayu.

Gemericik air, ditemani suasana tenang layaknya di pedesaan, akan menjadi paduan tepat untuk bersantai bersama keluarga. Taman dengan beragam bunga dan rumput hijau juga akan menyambut anda di sepanjang lokasi The Waroeng.

Yang juga menarik serta unik dari wisata ini adalah pengunjung bisa ikut dan turut serta melihat berbagai proses pembuatan kain batik dari awal proses hingga pengemasan.

Ada beberapa tahap yang bisa dilihat yakni proses menggambar, membatik dengan malam, mewarnai, mencuci hingga proses akhir di mana kain batik dikemas untuk dipajang di galeri. Semua bisa dinikmati secara gratis sembari anda menunggu kudapan yang dipesan datang.

Lokasi pembuatan batik letaknya sedikit ke belakang area taman. Para pekerja, berkumpul di satu tempat untuk mengerjakan beberapa proses. Ada yang membuat batik cap dan banyak juga batik tulis. Pengunjung bisa ikut mencoba proses melukis batik dengan canting disini.

Yang membedakan batik tulis dengan merek Sumbersari ini adalah desainnya yang unik dan hanya dibuat satu kali saja. Jadi setiap desain batik tulis hanya dibuat untuk satu kain. Sehingga, jika membeli batik disini, takkan mungkin ada desain serupa di pasaran.

Proses pembuatan batik di The Waroeng ini bisa dinikmati setiap hari Senin hingga Sabtu mulai pukul 07.00 hingga15.00 WIB.

Harga yang dibandrol untuk sehelai kain batik tulis Sumbersari berkisar antara Rp400 hingga jutaan rupiah. Selain kain, di galeri batik ini juga tersedia berbagai macam baju batik, tas kulit dengan ornamen batik serta produk hilir batik lainnya.

Untuk makanan, ada beberapa kudapan khas The Waroeng yang bisa dipesan. Jika datang bersama empat teman, ada paket Pandawa Lima seharga Rp270.000 yang bisa dicoba.

Isi paket tersebut meliputi gurami bakar madu, lele, garang asem ayam kampung, pepes peda, lodeh labu kepala ikan asin, tumis pokak ikan teri, tahu tempe kuah kuning, dilengkapi Sambal Terasi, Urap, dan Minuman Es Klamud.

Tak kalah menggoda adalah Paket Sego Sawah di mana nasi serta lauk pauknya, dibungkus daun pisang layaknya makanan tradisional petani. Cukup membayar Rp 75.000, bisa menikmati paket ini untuk 4 orang. Kudapan khas Bondowoso lain yang bisa dinikmati di sini tentu saja tape dan kopi arabika lereng Gunung Ijen. (ist)

Add Comment