Pengalaman Duta Budaya Jatim Saat ke Jepang

foto
Abraham Deddy Gagola, Mahasiswa UB Delegasi Duta Budaya Raka-Raki Jatim ke Jepang. Foto: Istimewa.

Sudah mengikuti berbagai ajang kontes dan kompetisi berbakat, Abraham Deddy Gagola menyabet banyak prestasi. Terpilih sebagai 10 besar Raka-Raki Jawa Timur tahun 2014, mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) Malang itu menjadi salah satu duta budaya yang dikirim ke Jepang. Seperti apa pengalamannya di Negeri Sakura?

Duta Brawijaya, finalis AFI, Duta Pangan Jatim, hingga Putra Batik Nasional adalah sebagian di antara ajang yang pernah dimenangi mahasiswa Jurusan Hubungan Internasional UB ini. Piagam dan trofi pun disimpan rapi di rumahnya sebagai bagian dari ikhtiar untuk mengembangkan bakat-bakatnya.

”Mohon maaf saya masih di luar kota saat ini. Setelah pulang dari Jepang, kegiatan saya memang cukup padat,” ujar pemuda yang akrab disapa Bram itu yang ramah saat dihubungi RadarMalang via telepon .

Bram menceritakan, meski menjadi finalis Raka-Raki Jatim tahun 2014, dia terpilih menjadi salah satu duta budaya ke Tokyo, Jepang. Duta budaya ini mengikuti kegiatan malam Cinta Indonesia yang diadakan PPI (Persatuan Pelajar Indonesia) dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Tokyo.

”Jadi, kedutaan besar Republik Indonesia mengundang Raka-Raki Jawa Timur untuk mengikuti kegiatan pertukaran budaya di Tokyo selama 9 hari,” ucap pemenang Putra Batik Nasional 2017 ini.

Finalis AFI Junior 2005 itu terpilih menjadi perwakilan Raka-Raki Jawa Timur untuk memperkenalkan budaya Indonesia di event yang digelar dua tahun sekali oleh PPI.

”Saat seleksinya dulu, banyak mengulas wawasan budaya dan pariwisata. Kebetulan sekali saya juga sering mempromosikan pariwisata ke berbagai daerah,” imbuhnya.

Begitu mendapat kepastian bakal berangkat ke Jepang pada 31 Desember 2017, dia langsung menyiapkan semuanya. ”Termasuk nanti lagu apa yang akan saya nyanyikan saat di Tokyo,” terang ketua Bidang Sosial Raka-Raki Jawa Timur ini.

Selama mengikuti kegiatan di Tokyo, Bram mendapat banyak pengalaman baru yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya. Setelah menyanyikan tiga buah lagu dengan judul Lajeungan, Rek Ayo Rek, dan Dung Andung, Bram mendadak dihampiri produser Jepang yang menawarkannya untuk bergabung di perusahaan musiknya di Jepang.

”Habis saya perform itu langsung didatangi produser dari GKK Production InK Corperation Madam Coy Yamasaki. Dia datang bersama ajudan menghampiri saya dan menawari bergabung di manajemenya,” ucap first winner Duta Pangan Jawa Timur 2016 ini.

Bahkan, Bram juga langsung mendapatkan undangan untuk kembali lagi ke Tokyo Juli 2018. ”Saya diminta mengisi acara dalam rangka memperingati 60 tahun diplomasi Indonesia-Jepang,” papar runner-up Mister Teen Indonesia 2015 tersebut.

Tawaran bergabung dengan manajemen GKK Jepang tersebut cukup beralasan. Lantaran, Bram yang bakat menyanyinya sudah dipupuk sejak di bangku SD ini pernah mengikuti beragam kompetisi lokal hingga nasional. Bahkan, Bram juga menjadi salah satu finalis 12 besar AFI tahun 2005.

”Meskipun akhirnya harus tereliminasi, saya senang bisa tampil di televisi mengikuti ajang bergengsi saat itu,” ucap Duta Brawijaya 2013 ini.

Selain itu, dia memiliki pengalaman mendapatkan undangan mengisi acara pada HUT RI di Istana Negara. Saat itu, dia berduet dengan penyanyi beken.

”Waktu Presidennya Pak Susilo Bambang Yudhoyono, saya mendapat kesempatan bernyanyi di Istana Negara bareng Gita Gutawa,” imbuh winner Icon of Change Bandung Sport 2012 tersebut.

Saat ini, kesibukan pemuda kelahiran Blitar ini lebih banyak digunakan untuk menyelesaikan kuliahnya di UB. Rupanya, Bram mengaku bisa kuliah di UB juga karena prestasinya di ajang pencarian bakat.

”Jadi, waktu itu saya ikut ajang Pemilihan Duta Brawijaya pada 2013. Di situlah saya terpilih dan mendapatkan kesempatan kuliah bebas memilih jurusan dan dibebaskan dari pembayaran uang gedung dan lain-lain,” ucap peraih Putra Iptek Bahari Indonesia 2014 ini. (jpg)

Add Comment