Di Desa Ini Cikal-Bakal Kerajaan Majapahit?

foto
Situs berupa tumpukan batu bata kuno di Tarik Sidoarjo. Foto: SuratKabar.id.

Desa Kedungbocok, Kecamatan Tarik, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, mendadak heboh dan dikunjungi masyarakat dari luar desa. Baru-baru ini warga setempat menemukan sebuah situs berupa bangunan diduga terkait sejarah cikal bakal Kerajaan Majapahit.

Situs tersebut berada di area persawahan yang juga berbatasan dengan makam desa setempat. Untuk menyelamatkan dan melindungi situs, petugas kepolisian dan warga telah memasang garis polisi dan memberi atap terpal, dilansir SuratKabar.id.

Kepala Seksi Pelindungan, Pengembangan, dan Pemanfaatan Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur, Edhi Widodo menjelaskan bahwa merujuk pada Kitab Pararaton memang disebutkan bahwa Raden Wijaya sebelum mendirikan Majapahit di Trowulan, Mojokerto, terlebih dahulu tinggal di hutan atau alas Trik.

Widodo mengatakan pihak BPCB Jawa Timur yang berkantor di Trowulan, Mojokerto, akan menindaklanjuti temuan diduga pagar atau dinding dari batu bata kuno di salah satu area persawahan dan makam Dusun Kedungklinter, Desa Kedungbocok, Kecamatan Tarik, Sidoarjo, tersebut.

Situs yang ditemukan berupa bangunan dari tumpukan batu bata kuno seperti pagar atau tembok. Bangunan ini terpendam sekitar satu meter di bawah lahan sawah setempat.

Setelah diukur, bangunan yang sementara sudah digali dan terlihat panjangnya mencapai 13,5 merer dan tinggi 92 sentimeter. Bangunan terdiri dari lima baris atau lima tumpukan batu bata. Setiap batu bata berukuran panjang 32 sentimeter, lebar 21 sentimeter, dan tebal 7 sentimeter.

Mahfud, salah satu warga yang ikut menggali mengatakan, awal penemuan situs tersebut dari juru kunci makam yang akan menanam singkong. Setelah menggali ternyata cangkulnya mengenai sesuatu dan setelah digali bersama warga, atas persetujuan kepala desa ditemukanlah situs tersebut.

Kepala Desa Kedungbocok, Mohamad Ali Ridho mengatakan sesuai cerita dari sesepuh desa dan pelestari cagar budaya bahwa desa setempat memang berada di daerah yang dulu disebut Alas Trik atau Hutan Trik. (ist)

Add Comment