Lesbumi Jombang Latih 30 Relawan Budaya

foto
Focus group discussion yang diselenggarakan di Bappeda Jombang. Foto: NU Online.

Pimpinan Cabang Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia (Lesbumi) NU Kabupaten Jombang bersama berbagai pihak melatih sebanyak 30 relawan budaya. Sejumlah pihak yang dimaksud di antaranya 30 kepala desa di Jombang, 30 pengelola Bumdes, serta SKPD, dan beberapa pihak dari kecamatan.

Pelatihan terhadap 30 relawan budaya ini tercermin dalam FGD (focus group discussion) yang diselenggarakan di Ruang Pertemuan Bappeda Jombang, pekan lalu. Dilatihnya sejumlah relawan budaya tersebut untuk mencatat data potensi budaya dan pariwisata, serta mengembangkan data menjadi desain pengembangan potensi budaya dan pariwisata.

“Alhamdulillah, telah dilaksanakan kegiatan pelatihan 30 relawan budaya bisa bersinergi dengan 30 kepala desa 30 pengelola Bumdes serta SKPD dan perwakilan dari kecamatan dalam FGD pemetaan potensi budaya dan pariwisata,” kata Ketua PC Lesbumi Jombang Inswiardi, dikutip NU Online.

Ia berharap, 30 relawan budaya yang sebagian terdiri dari kader Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) ini dapat memaksimalkan peran dan fungsinya di lapangan nantinya.

Sehingga hadirnya mereka dalam proses assesment data, proses komunikasi dengan pelaksana sistem dan proses menyusun desain pengembangan potensi budaya dan pariwisata juga bisa dirasakan masyarakat Jombang. “Semoga jejaring ini bisa menguatkan peran masyarakat dalam pengabdian dan dedikasi,” ucapnya sembari berharap.

Dalam FGD ini, hadir juga dari perwakilan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Jombang, H Muslimin Abdilla. Di awal forum diskusi tersebut, ia juga menyampaikan materi terkait.

Inswiardi menambahkan, FGD kali ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan sebelumnya dengan Bapedda, IPNU, DPMPD serta Disbudpar.

Sesuai kesepakatan saat itu, pada Maret ini relawan budaya akan turun lapangan melakukan assesment data sekaligus merancang desain pengembangan potensi budaya dan pariwisata.

Selanjutnya pada April mendatang, relawan budaya akan melakukan presentasi hasil pendataan dan rancangan desain mereka di kecamatan masing-masing.

“Dalam proses presentasi ini akan disiapkan dewan kurator untuk menilai desain pengembangan budaya yang terbaik. Desain terbaik akan didorong menjadi pilot project penguatan roadmap SIDA di Salam Baraja Digda, dengan didukung beberapa SKPD terkait dan disinergikan dengan program desa,” jelas dia. (ist)

Add Comment