Kini Ada Kampung Parikan di Surabaya

foto
Hiasan tokoh ludruk dan tipografi parikan bikin warga terhibur. Foto: Surya/Nuraini Faiq.

Ada yang unik saat peluncuran Kampung Parikan di Kampung Bosem, Kelurahan Moro Krembangan, Kecamatan Krembangan, Kota Surabaya, pekan lalu.

Di ujung kampung sudah disapa Parikan lucu.

Sambel tempe lalap Pete
Lali rupane eleng rasane …

Parikan atau pantun ini sudah menyapa di muka kampung. Kampung berada di sepanjang Bosem (waduk) ini kini disulap jadi Kampung warna-warni berhias Parikan.

Parikan itu dituangkan dalam Tipografi di dinding pos kamling. Di mulut gang itu, tulisan Parikan bercat indah itu tidak saja bikin geli tapi juga mempercantik hiasan kampung. Sebab ditulis indah dan mencolok.

Ida Maulida, seorang warga RT 06 Moro Krembangan mengaku senang dan terhibur dengan hiasan Parikan di banyak dinding kampung. “Lucu dan mendidik,” ucap Ida, dikutip Tribunnews.com.

Tidak hanya parikan, rumah-rumah warga juga dicat cantik berhias parikan. Ada puluhan mural khas Suroboyo, tokoh ludruk, hingga deretan tipografi parikan di kampung berlokasi di sepanjang Bosem Surabaya itu.

Erwin Poedjiono, tim kreatif sekaligus kreator Kampung Parikan Surabaya menyebutkan bahwa kampung unik itu diinisiasi oleh lembaga Hot Line Surabaya. “Ada 30 Parikan dan mural,” katanya.

Kamis sore tadi Kampung Parikan itu diresmikan. Sayang, Wali Kota Tri Rismharini tidak jadi meresmikannya dan diwakilkan Kepala Dinas Pariwisata. Ini semacam kampung budaya pertama di Surabaya.

Erwin menyebut bahwa kampung itu bisa mejadi cikal bakal museum budaya khas Suroboyo. Nantinya kampung ini akan menjadi pelestari budaya khas Suroboyo. Akan ada pembelajaran untuk generasi muda dan anak-anak.

Tidak hanya deretan rumah yang dindingnya dihiasi parikan. Salah satu dinding rumah warga juga behias tokoh ludruk legendaris. Yakni Cak Bambang Gentolet, Cak Markeso, dan Cak Momon.

Diakui bahwa saat ini anak muda dan anak-anak di kampung tidak tahu siapa itu Bambang Gentolet. Mereka juga tak bisa membuat parikan. Di kampung unik ini akan diajari khusus membuat parikan. “Kami menjadi tertantang untuk melestarikan budaya Suroboyo,” kata Suyadi, tokoh budaya Kampung Bosem.

Parikan yang menjadi ciri khas Suroboyo akan mendapat tempat khusus dalam pembinaaan budaya. Puluhan Parikan itu kini menghiasi setiap sudut kampung Bosem.

Namun, parikan yang tertera harus menghibur tapi ada unsur mendidik. Berikut sejumlah parikan itu:

Mlaku mlaku tuku paku
Mampir pasar tuku tumbar
Yen konco nggoleki aku
Yo iki omahe di kembar

Tuku celono nang Cak Bowo
Tukune tekan Persia
Sing rukun Cino Jowo
Kerono kita Indonesia ..

Dalam pembukaan Kampung Parikan sore itu diawali denga perpaduan barongsai dan dorong tokoh punakawan Gareng Petruk semar. Ini menandakan Cino Jowo rukun.

Sementara itu, para pemuda kreatif kampung itu sore tadi juga dilibatkan dalam menuntaskan mural dan tipografi. Warga mengaku senang kampungnya bersih dan terdidik. (ist)

Add Comment