Bumiaji di Batu Bisa jadi Desa Budaya

foto
Acara ‘Pentas Budaya Jawa Timur’ di Bumiaji Kota Batu. Foto: Malangpost.com.

Hari Teater sedunia diperingati dengan antusias oleh puluhan seniman dan dikemas dalam ‘Pentas Budaya Jawa Timur’ di Dusun Tlogorejo Desa Bumiaji, Kecamatan Bumiaji Kota Batu, pekan lalu.

Musik tradisi kotekan sore dan tari dolanan disajikan secara apik oleh anak-anak yang tergabung dalam Sanggar Seni Krama Wijaya dari Dusun Banaran Kecamatan Bumiaji.

Terdengar irama musik mulai dimainkan secara serempak. Begitu juga dengan tari dolanan yang diperagakan secara serasi oleh para pemuda itu mendapat applause meriah dari tamu undangan dan masyarakat yang menjubeli gedung seluas 30 meter persegi.

Kepala Desa Bumiaji Edy Suyanto menjelaskan, penampilan kesenian ini merupakan potensi yang dimiliki oleh masyarakat Bumiaji yang harus terus dilestarikan dan dikembangkan. Sehingga kebudayaan yang telah diwariskan secara turun menurun kepada anak cucu tetap terjaga.

“Dengan diadakannya kirab budaya dan seremonial pentas budaya ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi kita semua. Pasalnya saat ini untuk tetap menjaga warisan budaya tidaklah mudah. Terlebih dengan masuknya kebudayan dari luar,” ujar Edy Suyanto, dikutip Malang Post.

Ditegaskannya, dengan tetap melestarikan kebudayaan tersebut identitas suatu daerah dan bangsa akan tetap terjaga. “Selain tetap melestarikan kebudayaan, dengan menjaga tradisi secara tidak langsung, kesenian dan budaya tetap terjaga di Bumiaji, juga akan menarik wisatawan dan menjadikan desa wisata,” bebernya.

Plt Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu Imam Suryono yang hadir dalam pembukaan mengatakan, pentas budaya yang terlaksana sesuai dengan visi misi Wali Kota Batu.

“Desa berdaya adalah awal dari pembangunan dari berbagai bidang. Apakah itu wisata, kesenian hingga budaya. Karenanya harus ditingkatkan melalui potensi setiap desa. Salah satunya di Dusun Tlogorejo yang bertemakan seni. Ini yang harus digalakkan budayanya,” bebernya.

Dengan teman yang dimiliki tiap desa, lanjut Imam harus dikembangkan lagi melalui digital tourism. Yang dimaksud adalah melakukan promosi secara masif di dunia maya. Sehingga akan banyak wisatawan, tidak hanya domestik tetapi mancanegara yang akan berkunjung ke Dusun Tlogorejo.

“Bumiaji harus tumbuh menjadi desa mandiri dan maju. Maka dari itu, dengan potensi yang telah dimiliki harus terus dikembangkan. Untuk pengembangan tersebut juga dibutuhkan kemitraan, agar target menjadi desa budaya bisa dicapai,” pungkasnya. (mp)

Add Comment