Ketika Komunitas dan Pegiat Budaya Berkumpul

foto
Ketika Komunitas dan Pegiat Budaya Berkumpul di Lamongan. Foto: Detik.com/Eko Sudjarwo.

Beberapa koleksi artefak cagar budaya ditampilkan di ruang pameran. Yoni, genta dan uang gobok, serta potongan candi dan juga foto situs dipamerkan puluhan komunitas pegiat sejarah dan budaya se-Jatim.

Kegiatan bertajuk ‘Jambore Komunitas Pelestari Sejarah Budaya Jawa Timur’ di Lamongan ini menelurkan sejumlah deklarasi kebudayaan Jatim. Apa isinya?

Para pegiat budaya dan sejarah se-Jatim ini selama 2 hari ini membicarakan sejarah dan budaya sebagai wujud kepedulian, keprihatinan serta perjuangan budaya Jawa Timur.

“Kami berasal dari lebih dari 20 komunitas di Jatim, jadi yang berkumpul di sini lebih dari 140 pegiat budaya dan sejarah dari seluruh Jatim,” kata Supriyo, panitia lokal dari Lamongan yang juga menyebut pertemuan ini agenda rutin tahunan pegiat budaya Jatim, awal pelan.

Priyo mengatakan pegiat budaya ini juga berkumpul untuk membangun sinergi dan langkah konkret dalam perjuangan melestarikan cagar budaya Jawa Timur yang masih terserak.

“Kegiatan ini untuk merumuskan konsep advokasi dan mendorong pelestarian Cagar Budaya di Jatim,” tuturnya, dikutip Detik.com.

Dalam kegiatan ini, lanjut Priyo, untuk Lamongan didukung oleh sejumlah pihak. Beberapa pihak diantaranya LPAPS, Pikulan, Laskar Airlangga dan Dahanapura serta Pemkab Lamongan.

Bahkan, selain diskusi mengenai sejarah dan budaya, lokasi acara yang berada di gedung Sasana Budaya Lamongan juga dijadikan tempat pameran sekaligus tempat Lokakarya dan Seminar.

“Beberapa koleksi artefak cagar budaya kami tampilkan di ruang pameran, ada yoni, genta dan uang gobok, serta potongan candi dan juga foto situs di Lamongan dan beberapa kota lain,” kata Priyo sambil menunjukkan kalau mereka juga memamerkan tosan aji atau keris dari berbagai daerah.

Sementara isi deklarasi di antaranya pegiat budaya dan sejarah siap melestarikan warisan budaya dan berkomitmen membangun sinergitas antara pemerintah dan masyarakat dalam pelestarian cagar budaya.

“Ini adalah berkumpulnya pegiat budaya dari generasi jaman old dan zaman now, guyup rukun dan berbekal semangat yang sama datang dari seluruh penjuru Jawa Timur,” tukasnya.

Sementara salah seorang pesrta, Nafis mengungkapkan, kegiatan ini untuk merumuskan konsep advokasi dan mendorong pelestarian cagar budaya. Nafis yang menjadi ketua panitia jambore ini mengaku diupayakan jambore ini menghasilkan rekomendasi-rekomendasi yang akan disampaikan ke pusat.

“Kerelaan menyisihkan waktu, tenaga, pikiran bahkan dana, mereka secara konsisten telah bekerja baik sendiri-sendiri maupun bersama komunitasnya untuk berkomitmen melestarikan cagar budaya,” pungkas Nafis. (dtc)

Add Comment