Seniman India Ramaikan Malang Artnival 2018

foto
Pembukaan Malang Artnival tahun 2017 lalu. Foto: Humas.malangkota.go.id.

Pemkot Malang kembali menggelar Malang Artnival. Acara kesenian yang menjadi wadah berbagai aliran kesenian itu bakal digelar 21 April mendatang. Tak hanya menampilkan kesenian lokal saja, penyelenggara kegiatan ini juga menghadirkan kesenian luar negeri.

Kabid Kebudayaan Disbudpar Kota Malang, Achmad Supriadi, SE MM mengatakan delegasi kesenian asal luar negeri yang sudah memastikan hadir yakni dari India.

“Kegiatan ini sudah digelar sebanyak tiga kali. Pada tahun 2016 gabungan seniman Thailand dan Jepang. Tahun 2017 seniman dari Cina,” jelasnya kepada Malang Post.

Sesuai tujuannya, Malang Artnival digelar sebagai bagian dari diplomasi budaya. Sehingga kebudayaan dan seni Malang dikenal hingga ke luar negeri.

Lantas mengapa India? Supriadi menjelaskan awal mulanya Kota Malang menerima undangan dari Kedubes India untuk mengirimkan perwakilannya ke India mempromosikan sektor pariwisata dan budaya. Ternyata mereka sangat tertarik dengan apa yang ditampilkan.

“Kemudian kita minta agar mereka (India) datang kesini menampilkan kebudayaannya dan ternyata disanggupi,” jelasnya.

Bahkan negara yang terkenal akan Taj Mahalersebut menjadikan kunjungan budayanya selama satu pekan.

“Oleh karenanya acara tersebut dinamai Pekan Budaya India,” ucapnya. Terkait kunjungan India, pihaknya tidak menggunakan anggaran dari APBD Kota Malang.

“Kita hanya fasilitasi untuk akomodasi dan penginapan saja bagi seniman yang turut serta pada 21 April, untuk di luar tanggal tersebut ditanggung India,” jelasnya.

Yang menarik adalah nantinya Malang Artnival 2018 akan diadakan di tempat yang berbeda. Yaitu di Simpang Balapan.

Pada tahun-tahun sebelumnya digelar di Taman Krida Budaya Jawa Timur dan depan Balai Kota Malang. “Kita ingin ada suasana baru,” katanya.

Pada acara tersebut rencananya seniman India dan seniman lokal Kota Malang akan berkolaborasi bersama. “Ada sekitar 12 hingga 15 seniman India dan 200 seniman lokal,” paparnya.

Untuk kolaborasinya, dia mengatakan tidak ada masalah. “Terkait permasalahan bahasa sudah diatasi karena mereka (India) juga membawa penerjemah,” tandas dia.

Ia mengajak masyarakat Kota Malang menyaksikan acara spektakuler tersebut. Acara yang sama pun baru akan digelar tahun depan. “Jadi sayang sekali untuk dilewatkan,” katanya. (mp)

Add Comment