Boyongan, Tradisi Mengenang Kejayaan Nganjuk

foto
Plt Bupati Nganjuk KH Abdul Wachid Badrus menyerahkan pusaka tombak di prosesi Boyongan. Foto: BangsaOnline/Bambang.

Guna mengingat kembali dan mengenang kejayaan Kabupaten Nganjuk, Pemkab setempat menggelar tradisi boyongan. Acara ini sekaligus dalam rangka memperingati hari kelahiran Nganjuk yang saat ini sudah menginjak usia ke-1081 tahun.

Budaya boyongan, seperti dilaporkan BangsaOnline, menjadi bukti sejarah dan berdirinya pemerintahan Kabupaten Nganjuk. Di mana sebelumnya berada di Kecamatan Berbek, kemudian beralih atau pindah di Kecamatan Nganjuk sebagai kota pemerintahan.

Proses pemindahan dari Berbek ke Nganjuk dan masih terjaga kelestarian hingga saat ini, yaitu iring-iringan gunungan berupa nasi dan lauk pauk, diikuti dengan berbagai hasil bumi berupa palawija dan sayuran dalam satu rangkaian.

“Jaman sekarang sudah jaman berubah, saya pesan tiga hal yang harus dilakukan, yaitu bagaimana melakukan pemerintahan yang bersih dan berwibawa dengan menghilangkan bentuk korupsi, kolusi, dan nepotisme,” kata Plt Bupati Nganjuk KH Abdul Wachid Badrus.

Tiga hal ini menurut Abdul Wachid, yang perlu diingat agar di usia yang ke 1081 Nganjuk menjadi panutan dan contoh yang lebih baik. “Pemindahan dari Berbek ke Nganjuk tidak hanya pindah begitu saja, tapi itu menjadi gagasan dan pemikiran para pemimpin terdahulu,” ujarnya. (ist)

Add Comment