Tenda Rusak, Situs Pemukiman Majapahit Ditutup

foto
Tenda rusak membuat situs pemukiman Majapahit ditutup. Foto: Detikcom/Enggran Eko B.

Bangunan tenda raksasa yang menaungi situs pemukiman Majapahit di Museum Majapahit, Trowulan, Mojokerto rusak cukup parah. Akibatnya, para wisatawan tak bisa melihat situs tersebut.

Selain itu, struktur bata kuno di situs ini terancam rusak tergerus air hujan. Situs yang terletak di sisi selatan area Museum Majapahit ini dinaungi 5 tenda raksasa. Di setiap tenda terdapat tangga dari kayu dengan kerangka besi untuk wisatawan menuju ke lantai dua.

Lantai 2 merupakan balkon yang sengaja dibuat agar wisatawan lebih leluasa melihat situs pemukiman dari ketinggian, selain berfungsi sebagai pelindung situs dari panas dan hujan.

Namun, situs yang biasanya ramai dikunjungi itu kini sepi. Sebab tangga untuk melihat situs dari ketinggian di masing-masing tenda ditutup oleh pengelola Museum Majapahit karena banyaknya konstruksi tenda yang rusak.

Kondisi tangga dari kayu juga berlubang lantaran kayu pijakannya banyak yang lepas dan rapuh. Begitu juga kondisi lantai kayu di bagian atasnya. Kerusakan ini terjadi pada kelima tenda.

Atap salah satu tenda di situs pemukiman Majapahit telah terlepas sehingga struktur bata kuno di bawahnya tak terlindungi. Bahkan situs purbakala tersebut hanya ditutupi dengan lembaran seng seadanya.

Kepala Unit Pengelolaan Informasi Majapahit (PIM) Muhammad Ichwan mengatakan, kerusakan 5 tenda pelindung situs pemukiman Majapahit terjadi sejak awal 2017. Lepasnya pijakan kayu pada tangga maupun lantai dua terjadi akibat terpaan hujan dan panas matahari. Sementara lepasnya atap tenda akibat diterjang angin kencang.

“Kami tutup untuk keamanan wisatawan, selain kami tutup juga kami beri tulisan peringatan agar pengunjung tak nekat menerobos,” katanya kepada Detikcom.

Ichwan mengakui, lepasnya atap tenda berpotensi merusak struktur bata kuno situs pemukiman Majapahit. Untuk meminimalisir kerusakan, pihaknya saat ini hanya bisa menutup situs dengan lembaran seng. “Situs di bawahnya kami beri pengamanan sementara dengan seng. Kurang maksimal memang,” tambahnya.

Kerusakan tenda ini, lanjut Ichwan, sudah disurvei dan didata untuk dilaporkan ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Namun sampai saat ini belum ada alokasi anggaran untuk perbaikan. “Sudah saya laporkan ke atasan saya. Insya Allah juga sudah dilaporkan ke pusat (Kemendikbud, red),” tandasnya. (dtc)

Add Comment