Terjunkan Arkeolog Teliti Batu Neolithikum di Banyuwangi

foto
Tim BKX mengecek Watu Lumpang di Desa Aliyan, Banyuwangi. Foto: BKX for TIMES Indonesia.

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur akan segera menerjunkan arkeolog dan tim cagar budaya ke lokasi penemuan batu Neolithikum berupa Watu Gong dan Watu Lumpang.

“Ya. Kita akan menurunkan tim cagar budaya dan arkeolog staf bidang kebudayaan untuk menindaklanjuti temuan batu tersebut. Apakah memang benar keberadaannya, dan akan menentukan langkah selanjutnya,” kata Sekretaris Disbudpar Banyuwangi, Choliqul Ridho dikutip TIMESIndonesia.co.id, Senin (30/4).

Tim cagar budaya dan arkeolog, kata Ridho, dijadwalkan dalam beberapa hari ke depan akan segera datang ke Desa Wonosobo, Kecamatan Srono dan Desa Aliyan, Kecamatan Rogojampi, tempat ditemukannya dua batu tersebut oleh tim Blambangan Kingdom X-plorer.

Secara khusus, Disbudpar mengapresiasi semangat komunitas pecinta sejarah Blambangan, BKX yang telah peduli terhadap pelestarian benda-benda atau situs peninggalan sejarah.

Seperti diberitakan sebelumnya, komunitas pegiat sejarah Blambangan Kingdom X-plorer (BKX) melakukan ekspedisi di wilayah peradaban kuno di Dusun Watugong, Desa Wonosobo, Kecamatan Srono dan di Desa Aliyan, Kecamatan Rogojampi, pada Minggu (22/4) lalu.

Komunitas yang aktif melakukan penelitian sejarah di wilayah Tapal Kuda, Jawa Timur ini sebelumnya telah mendapat informasi tentang keberadaan situs batu Neolithikum di dua desa tersebut. (ist)

Add Comment