Petilasan Sang Ratu Banyak Dikunjungi Orang Penting

foto
Petilasan Ratu Majapahit di Sooko Mojokerto. Foto: Detikcom/Enggran Eko Budianto.

Dibalik fakta sejarahnya, situs Yoni Klinterejo atau Petilasan Tribhuwana Tunggadewi menyimpan segudang misteri. Tak hanya orang biasa, kalangan pengusaha hingga pejabat di negeri ini disebut-sebut pernah berkunjung ke tempat ini.

Situs purbakala ini terletak di tengah persawahan Desa Klinterejo, Sooko, Kabupaten Mojokerto. Di dalamnya terdapat beberpa bagian terpisah.

Antara lain tempat bersemedi putri Raden Wijaya yang juga raja ke tiga Majapahit Tribhuwana Tunggadewi, petilasan Sabdo Palon dan Naya Genggong yang merupakan guru Damar Wulan, serta petilasan pendeta zaman Majapahit Maha Resi Maudoro.

Sementara bangunan utama berupa Yoni atau tempat pemujaan umat Hindu Siwa zaman Majapahit. Bangunan dari batu berbentuk persegi ini dihiasi ukiran berbentuk kepala naga bermahkota. Di sekelilingnya terdapat parit yang disebut sumber panguripan. Air yang keluar di tempat ini konon mempunyai banyak khasiat.

Juru Kunci situs Yoni Klinterejo Muhammad Zainuri mengetakan, tempat ini tak pernah sepi pengunjung. Para pengunjung datang dari berbagai daerah. Mulai dari Surabaya, Bojonegoro, Probolinggo, Pasuruan, hingga Bali dan Jakarta.

“Pengunjung menggelar ritual di sini dengan berbagai tujuan. Ada yang minta jodoh, mengharap kesembuhan, ada juga yang ingin naik pangkat. Kalangan pengusaha juga sering ke sini,” kata Zainuri kepada Detikcom di situs Yoni Klinterejo.

Tak hanya masyarakat biasa dan kalangan pebisnis, lanjut Zainuri, sejumlah pejabat juga pernah mengunjungi petilasan Ratu Tribhuwana Tunggadewi ini. Salah satunya Presiden pertama RI, Soekarno.

Menurut dia, pada masa pra kemerdekaan, sang proklamator pernah bermeditasi di petilasan Sabdo Palon, Naya Genggo, petilasan Tribhuwana Tunggadewi dan petilasan Maha Resi Maudoro.

“Selain itu Guntur Soekarno Putra, Puan Maharani (Putri Megawati) dan Pak Permadi juga pernah ke sini. Juga Gubernur Jatim Imam Utomo, Pakde Karwo (Soekarwo) sebelum jadi gubernur juga pernah ke sini. Bupati Buleleng dan Denpasar juga. Masing-masing punya tujuan sendiri-sendiri,” ujarnya.

Kisah misteri
Di balik megahnya situs yang ada saat ini, kata Zainuri, peninggalan purbakala ini banyak menyimpan kisah mistis. Pengalaman itu juga pernah dia alami sendiri. Penampakan itu muncul di bawah pohon besar persis di sisi timur petilasan Sabdo Palon dan Naya Genggong.

“Saya sedang tidur di pendapa sebelah petilasan, tiba-tiba seperti ada yang membangunkan. Saya lihat ternyata sosok orang besar setinggi dua meter memakai pakaian Majapahitan, saya langsung pulang karena saat itu masih belum berani,” ungkapnya.

Penampakan berupa cahaya warna merah dan biru juga kerap dia lihat keluar dari petilasan Maha Resi Maudoro yang pernah digunakan meditasi Presiden Soekarno. Tak hanya itu, pengalaman gaib juga beberapa kali mengganggu warga sekitar situs.

Menurut dia, pada suatu malam seorang petugas pengairan Desa Klinterejo pernah melihat penampakan ular raksasak sebesar pohon kelapa. Namun, sosok ular itu tak pernah nampak kepala dan ekornya.

“Warga sekitar ada yang pernah mencuri bata situs di sisi barat petilasan Tribhuwana Tunggadewi untuk dijual. Dia langsung sakit seperti ditampar orang, mukanya penyok. Setelah bata-bata itu dikembalikan, dia bisa pulih,” terangnya. (dtc)

Add Comment