Sendang Made, Tempat Meditasi Airlangga di Jombang

foto
Sendang Made, tempat meditasi Prabu Airlangga. Foto: Gapurajombang.wordpres.com.

Keberadaan Prabu Airlangga di Kabupaten Jombang pada zaman dahulu kala bukan hanya dongeng belaka. Ternyata, sesepuh para raja di tanah Jawa itu memang pernah berdiam cukup lama di daerah yang kini berjuluk Kota Santri.

Hal itu dibuktikan dengan keberadaan Sedang Made di Desa Made, Kecamatan Kudu, Jombang. Konon sendang ini merupakan peninggalan dan tempat peristirahatan Prabu Airlangga dan para raja di tanah Jawa.

Diantara sedikit obyek wisata di Kabupaten Jombang, menikmati sumber air Sendang Made di Desa Made, Kecamatan Kudu, bisa menjadi pilihan menarik untuk menghabiskan hari libur bersama keluarga. Sebab air sendang ini tak pernah kering, kendati musim kemarau.

Jangan heran, sebab, konon menurut sejarahnya sendang ini merupakan bekas peninggalan Prabu Airlangga. Selain Sendang Made masih ada kolam lain yang berukuran lebih kecil di sekitar lokasi. Misalnya Sendang Payung, Sendang Padusan, Sendang Sinden, Sendang Omben dan Sendang Drajat.

Juru kunci Sendang Made Sumono saat ditemui FaktualNews.co beberapa waktu lalu mengatakan, kolam ini merupakan peninggalan Airlangga yang dibuat sekitar tahun 1006 Masehi. Di tempat inilah sang prabu sering melakukan meditasi bersama istrinya Dewi Sekarwati yang juga putri dari Dharmawangsa, raja di Medang.

“Memang sejarahnya di sini merupakan tempat meditasi dan mandinya Prabu Airlangga dan Putri dari Raja Dharmawangsa, saat pelarian. Ketika itu beliau di kejar pasukan Prabu Wora Wari dari Tulungagung,” ujarnya.

Beruntung, Prabu Airlangga dan permaisurinya diselamatkan Prabu Narotama, sempat ke gunung Lawu dan berakhir di sebuah kolam dengan ditemani lima orang wanita dayang-dayang. Sejak saat itu Sendang Made berfungsi sebagai tempat menyepi atau meditasi Prabu Airlangga dan istrinya, sambil dijaga banyak wanita dayang-dayang dan pasukan.

Karena itulah sejak dulu Sendang Made ini menjadi lokasi pilihan bagi para sinden. Ia mengatakan, sebelum dinobatkan menjadi sinden, para perempuan itu harus menjalani wisuda terlebih dahulu.

Mereka melakukan kunkum dan mandi dilokasi sendang. “Ya memang sejak dulu, lokasi pemandian ini lah yang dijadikan tempat untuk wisuda para sinden,” tambahnya.

Namun saat ini tradisi itu sudah mulai hilang. Sudah tidak banyak sinden yang melakukan ritual itu. Minimnya sinden dan semakin terpuruknya kesenian tradisional seperti ludruk, wayang dan lain sebagainya membuat sinden semakin jarang dijumpai. “Kalau sekarang sudah jarang dan hampir tidak ada. Terakhir kalau tidak salah tahun 2012,” tuturnya.

Kendati sudah berusia seribu tahun lebih, saat ini beberapa bangunan di sekitar Sendang Made masih terawat dengan baik. Di tempat ini juga terdapat sebuah ruangan yang dipercaya sebagai tempat peristirahatan Prabu Brawijaya dan bala tentaranya pada jamannya.

Di dalam kompleks Sendang Made terdapat makam Dewi Pandansari yang konon masih ada keturunan dari Prabu Brawijaya. Makam Dewi Pandansari inilah yang menjadi tempat ziarah sejumlah orang. Pada hari-hari tertentu mereka membawa sesajen, bunga dan kemenyan untuk ditaruh ke dalam makam.

Untuk mencapai lokasi obyek wisata Sendang Made tidaklah sulit. Anda bisa menggunakan aneka jenis kendaraan darat untuk menuju ke lokasi. Saat ini akses menuju lokasi sudah lebih baik ketimbang dua tahun sebelumnya. Pemkab Jombang juga sudah mulai memperbaiki sarana dan prasarana pendukung ke lokasi tersebut.

Kini Sendang Made tak lagi sesunyi dahulu. Para wisatawan lokal sering menggunakan tempat ini untuk menghabiskan waktu libur akhir pekan. (ist)

Add Comment