Mahasiswa Dokumentasikan Reog Tertua di Surabaya

foto
Reog, kesenian tradisional asli Indonesia yang harus dilestarikan. Foto: Istimewa.

Kesenian Reog Ponorogo merupakan warisan leluhur yang sudah sepantasnya dilestarikan. Masyarakat memiliki kewajiban untuk menjaga dan melestarikan warisan kebudayaan Indonesia, khususnya kesenian Reog Ponorogo.

Mahasiswa Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Budaya Universitas Trunojoyo Madura mengadakan penelitian sekaligus pembuatan film dokumenter tentang kesenian Reog Ponorogo. Yang diteliti Sanggar Paguyuban Reog Singo Mangkujoyo tepatnya di Jl Kertajaya V, Gubeng, Surabaya, pekan lalu

Penelitian sekaligus pembuatan film dokumenter dilaksanakan oleh kelompok budaya yang terdiri atas Aditya Ramadhani Pratama, Ahmad Ali Haidir, Choirul Yahya, Mamnu’atus Syafa’ah, Vera Fadila dan Siti Mariya Ulfa. Agenda ini dilaksanakan untuk pemenuhan sosialisasi kepada anak muda melalui film yang dikemas dalam mata kuliah Sosiologi.

Penelitian berlangsung pada awal Maret dan Mei 2018 dengan agenda pembuatan film dokumenter tentang hasil penelitian kelompok budaya. Pembuatan film dokumenter dilakukan sejak pukul 09.00-15.00 di lingkungan Kertajaya V.

Seperti dilaporkan Tribunnews.com, tim pembuatan film bekerja sama dengan beberapa pihak, salah satunya adalah Sugianto, pimpinan sekaligus budayawan reog di Surabaya.

Film dokumenter dibuat atas dasar pengulasan tentang hasil penelitian yang berjudul “Peran Modal Sosial dalam Meningkatkan Strategi Bertahan Hidup Paguyuban Reog Singo Mangkujoyo di Kota Surabaya”.

Paguyuban Reog Singo Mangkujoyo merupakan paguyuban reog tertua di Surabaya. Pada 1951 paguyuban didirikan dan tahun ini paguyuban dikelola generasi ketiga.

“Sudah saatnya generasi muda melestarikan reog. Mahasiswa harus bisa menjadi pelopor dan penggerak pemuda Indonesia untuk mencintai budaya sendiri, agar reog ini tidak diklaim lagi oleh negara lain,” tutur Sugianto.

Film itu dikemas menarik untuk memperlihatkan uniknya reog. Ahmad Ali Haidir, salah satu tim peneliti mengatakan, ia akan memperlihatkan kepada mahasiswa dan anak muda di Jawa Timur agar tergerak dan mencintai reog. (sur)

Add Comment