Puluhan Artefak Majapahit Ditaruh di Balai Desa

foto
Warga melihat tumpukan bata di Desa Kedung Bocok, Tarik, Sidoarjo. Foto: Antara.

Puluhan artefak dan cuilan gerabah peninggalan peradaban Kerajaan Majapahit saat ini masih disimpan secara darurat, sehingga belum bisa menjadi sarana edukasi.

Kepala Desa Kedung Bocok Mochamad Ali Ridho di Sidoarjo, mengatakan bahwa saat ini puluhan artefak dan cuilan gerabah itu disimpan di dalam salah satu ruangan balai desa setempat dan dijaga secara bergantian.

Sementara warga Desa Kedung Bocok, Sidoarjo, Jawa Timur, menginginkan adanya pembangunan museum situs Trik di desa setempat supaya bisa sebagai tempat wisata edukasi bagi pelajar di wilayah itu.

Mochamad Ali Ridho mengatakan telah ada rencana pembangunan museum tersebut, yang nantinya bisa dimanfaatkan para siswa untuk mempelajari asal mula berdirinya Kerajaan Majapahit yang berasal dari Desa Kedung Bocok.

“Rencananya pembangunan museum ini akan dibangun di sisi belakang Balai Desa, mengingat saat ini banyak ditemukan artefak dan juga cuilan gerabah penemuan awal peradaban Kerajaan Majapahit,” urainya kepada Tempo.co, beberapa waktu lalu.

Sebelumnya, warga Desa Kedung Bocok menemukan sebuah susunan batu bata yang diduga sebagai situs purbakala peninggalan Kerajaan Majapahit. Mochamad Ali mengatakan bahwa penemuan situs tersebut sudah berlangsung sejak sepekan lalu saat ada warga yang akan menanam ketela.

“Saat itu Paiman, salah seorang warga kami, akan menggali tanah yang akan digunakan untuk menanam ketela. Namun, saat menggali tanah tersebut tiba-tiba cangkulnya mengenai batu bata. Setelah digali, ternyata berupa batu bata yang tersusun rapi,” ucapnya.

Pihak Balai Pelestarian Cagar Budaya Jawa Timur sudah melakukan peninjauan ke lokasi penemuan situs Trik dan menyatakan kalau di tempat tersebut memang ada peradaban manusia dan awal berdirinya Kerajaan Majapahit.

Penemuan peninggalan Kerajaan Majapahit itu mengundang banyak siswa dari beberapa sekolah yang ada di desa tersebut untuk melihat dari dekat lokasi penemuan situs Kerajaan Majapahit. “Mereka datang secara bergiliran dan juga berkelompok dengan temannya untuk melihat temuan itu,” ujarnya. (ist)

Add Comment