Ruwatan Panji di Candi Tegowangoi Kediri

foto
Candi Tegowangi tegaskan Budaya Panji milik Kediri. Foto: Sureplus.id.

Acara Festival Panji Internasional di Candi Tegowangi kemarin memang istimewa. Bukan hanya menjadi awal dari rangkaian Pekan budaya dan Pariwista Kabupaten Kediri yang pelaksanaannya hingga 14 Juli 2018.

Acara dibuka secara resmi melalui Parade Budaya dan Pawai Mobil Hias di kawasan SLG pada 8 Juli. Festival ini semakin istimewa karena juga diwarnai oleh seniman mancanegara. Baik penari mapun singer.

Bahkan, para seniman asing itu seperti memiliki pertautan dengan cerita panji. Naowarat misalnya, dia langsung teringat dengan satu tarian di negerinya saat melihat pertunjukan Panji.

Meskipun dia tak paham sepenuhnya ucapan sang dalang, dia langsung merasa cerita Panji juga familiar di negaranya. Berwujud pada tarian Inao. “So amazing Panji. I know that story,” ujarnya seperti dikutip Jawapos RadarKediri.

Yuli Marwanto mengatakan hal serupa. Kabid Kesenian Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kediri itu menyebut ruwatan panji justru besar di negara-negara lain.

Mulai Thailand, Vietnam, Myanmar, hingga Filipina. Bahkan, sangat disakralkan. Seperti tarian Inao di Thailand yang masih berkaitan dengan cerita Panji. “Justru di masyarakat Thailand ini (hanya) bisa dilihat ketika ada hajatan saja,” ungkapnya.

Masih menurut Yuli, tarian Inao erat kaitannya dengan tarian Panji dengan Dewi Kilisuci atau Sekartaji. Secara garis besar Panji adalah seorang kesatria yang selalu kehilangan pasangan hidupnya. Sebelum akhirnya mendapatkannya kembali dengan perjuangan yang luar biasa.

Acara Ruwatan Panji di Candi Tegowangi merupakan rangkaian dari beragam acara Festival Panji Internasional. Rangkaian kegiatan seni sacral ini melibatkan banyak provinsi. Mulai Provinsi Bali, Jawa Timur, dan Jogjakarta.

Adapun pemilihan Candi Tegowangi sebagai lokasi karena tempat tersebut merupakan situs purbakala yang juga terdapat relief yang berkisah tentang Panji. “Panji ini cikal bakalnya dari Kediri,” ungkapnya.

Wahdan MY, penanggungjawab Festival Panji Internasional menyatakan bahwa dengan adanya festival Internasional ini harapannya agar Panji semakin populer. Tak hanya di kalangan orang manca negara. Justru pada generasi muda Indonesia. “Semua dunia tahu Panji milik Indonesia. Bahkan telah dicatat oleh UNESCO juga. Jadi generasi muda hendaknya malah lebih tahu,” paparnya.

Dalam serangkaian Festival Panji Internasional kemarin tak hanya menyajikan pagelaran wayang krucil saja. Juga ada acara penyucian diri atau ruwatan. Ruwatan langsung dipimpin oleh sang Dalang Harjito.

Prosesi ruwatan tak hanya diikuti oleh warga Kediri saja. Tapi juga oleh warga negara asing. Terutama para seniman yang akan tampil di rangkaian acara Festival Panji Internasional. Beberapa orang dari Thailand dan Vietnam terlihat diruwat.

“Ini sekaligus upaya penyucian kita berdoa bersama pada Tuhan Yang Maha Kuasa berharap perlindungan juga,” papar Harjito sebelum akhirnya membasuh kepala salah satu warga Thailand dengan siraman air bunga dan gelang genitri. (jpr)

Add Comment