Arzu Muradova, Jatuh Cinta pada Budaya Indonesia

foto
Arzu Muradova, Jatuh Cinta pada Budaya Indonesia Sejak di Banyuwangi IDN Times/Vanny El Rahman.

Sudah tentu hal yang biasa bila anak muda asal Indonesia bermain gamelan dan menari khas Nusantara. Tapi bagaimana jika yang melakukan hal itu adalah seorang warga negara asing?

Bisa dikatakan, dia memiliki kecintaan yang luar biasa terhadap Indonesia. Arzu Muradova salah satunya. Wanita berusia 23 tahun asal Azerbaijan ini merupakan peserta Beasiswa Seni dan Budaya Indonesia (BSBI) yang diselenggarakan oleh Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Republik Indonesia.

Menetap selama tiga bulan di Banyuwangi, Jawa Timur, Muradova kepada IDN Times mengaku terkesan dengan kebudayaan Indonesia.

Siapapun yang bercengkrama dengannya pasti akan terkejut. Sebab, dia mampu berbahasa Indonesia dengan lancar.

“Sebelumnya, aku belajar bahasa Indonesia di Azerbaijan. Aku juga belajar Kajian Kawasan Indonesia. So, aku sangat jatuh cinta sama budaya Indonesia,” ujarnya di Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat, beberapa waktu lalu.

Selama di ujung pulau Jawa, banyak hal yang dipelajari oleh Muradova. Sebagai pecinta kebudayaan Nusantara, mempelajari tarian dan alat musiknya adalah kebanggaan tersendiri bagi wanita yang baru saja menuntaskan studi sarjananya itu.

“Di Banyuwangi aku belajar Tari Jejer Gandrung dan Gamelan. Kalau menarinya sih gampang ya, tapi gamelan agak susah,” terangnya dalam bahasa Indonesia yang begitu lancar.

Setelah mempelajari sekitar 90 hari lamanya, Muradova bersama 72 peserta BSBI dari 44 negara lainnya menampilkan tarian dengan alat musik secara kolosal. Terlihat jelas dari parasnya, betapa perasaan lega menyelimutinya setelah dia berhasil menuntaskan penampilannya.

Muradova juga menyukasi makanan khas Indonesia. Salah satu yang menjadi favoritnya adalah mi goreng, nasi goreng, pecel petik, dan dadar gulung. “Indonesia sangat menarik. Indonesia just amazing,” ungkapnya yang kala itu masih menggunakan pakaian adat khas Banyuwangi.

Selama berada di Bayuwangi, kedatangan Muradova bertepatan dengan diselenggarakannya Festival Seblang. Melalui festival tersebut, Muradova mengaku takut namun tertarik melihat wanita yang hilang kesadaran dalam keadaan menari.

“Di Banyuwangi ada Festival Seblang. Itu ada ritual, ruh masuk ke dalam tubuh cewek muda. Dia menari dan dia undang orang lain, jadi dia kesurupan. Itu menarik. Saya mau kembali ke Banyuwangi, tapi takut melihat festivalnya, hahaha,” ucapnya sembari melepas tawa.

Kesempatan di Banyuwangi tidak hanya digunakan untuk mempelajari budaya Indonesia. Muradova turut menikmati keindahan alam dari puncak Gunung Ijen.

Dari ketinggian 2.799 meter di atas permukaan laut, Muradova menyaksikan betapa indahnya matahari terbit dan fenomena api biru yang hanya ada di Banyuwangi dan Islandia.

“Iya, saya mendaki 12 kilometer. Susah banget, tapi bagus. Berangkat dari jam 12.00 sampainya jam 16.00. Lihat Blue Fire tapi cuma sedikit, kami juga liat sunrise, indah sekali,” ceritanya.

Selain Ijen, Banyuwangi juga terkenal dengan keindahan pantainya. Beruntung bagi Muradova, karena pesona pantai Banyuwangi menjadi tempat pertamanya untuk menikmati keindahan bawah laut.

“Pengalaman menarik aku di Banyuwangi itu pas snorkling. Aku belum pernah sebelumnya, jadi menarik sekali. Aku berenang sama baby shark, deket banget. Takut tapi menarik,” celotehnya.

Kecintaan Muradova terhadap Indonesia seakan menopang masa depannya. Setelah menunaikan studinya di Azerbaijan, Muradova tertarik mengambil program master di Indonesia.

“Aku rencananya mau ambil S2 di Bandung atau di Yogyakarta, di Surabaya juga bisa. Nanti mau ngambil hubungan intenasional, karena aku di Azerbaijan belajar itu juga. Aku rasanya gak ingin kembali ke negeriku,” ujarnya.

Sementara, Direktorat Diplomasi Publik Kemlu sebagai salah satu pihak penyelenggara, mengaku lega setelah menuntaskan kegiatan pertukaran pelajar dan budaya ini.

Direktur Diplomasi Publik Azis Nurwahyudi berharap, sekembalinya para peserta ke negaranya masing-masing, mereka akan menjadi duta Indonesia di tempat kelahiran mereka.

“Saya merasa bangga dengan hasil belajar teman-teman BSBI. Hasilnya luar biasa, mereka serius belajar apa yang bisa dipelajari di Indonesia. Saya bangga dengan mereka. Kami berharap mereka semua akan menjadi duta Indonesia di negaranya masing-masing,” kata dia. (ist)

Add Comment