8 Warisan Budaya Tak Benda Jatim Ditetapkan Nasional

foto
Sidang penetapan WBTB Tahun 2018 di Jakarta. Foto: Wartabromo.com.

Sebanyak 8 (delapan) warisan karya budaya yang berasal dari Jawa Timur ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Indonesia.

Hal ini diputuskan dalam Sidang Penetapan Warisan Budaya Tak Benda Indonesia 2018 yang dilaksanakan di Hotel Millenium Sirih Jakarta, beberapa waktu lalu.

Sebelumnya masing-masing provinsi melakukan presentasi dihadapan dan dinilai oleh 15 Tim Ahli berbagai bidang dan 3 Narasumber yang dipimpin langsung oleh Direktur Warisan dan Diplomasi Budaya Ditjen Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Dr Najamudin Ramli.

Acara yang digelar Direktorat Warisan dan Diplomasi Budaya tersebut diikuti oleh 31 dari 34 provinsi di Indonesia. Dalam keputusan sidang yang dibacakan oleh Ketua Tim Ahli WBTB Indonesia Pudentia MPSS, sebanyak 225 karya budaya berhasil ditetapkan dari 264 karya budaya yang lolos administrasi.

Sedangkan jumlah karya budaya yang diusulkan sebanyak 416 karya budaya.

Hasil penilaian ini setelah melewati tahap seleksi administrasi, rapat penilaian oleh Tim Ahli, kunjungan verifikasi ke daerah-daerah dan pemaparan oleh masing-masing provinsi.

Sedangkan 39 karya budaya yang tidak lolos atau ditangguhkan disebabkan tidak layak secara administrasi dan substansi serta perbaikan yang tidak tepat waktu.

Dirjen Kebudayaan Kemendikbud Hilmar Farid dalam sambutan penutupannya menyatakan bahwa jumlah penetapan karya budaya pada tahun ini mengalami peningkatan. Dengan hadirnya berbagai elemen dalam sidang penetapan ini menunjukkan bahwa hal ini semakin berwibawa.

“Penetapan ini bukan sekadar membuat daftar tetapi bagaimana tindak lanjutnya itu yang penting. Hasil-hasil penetapan ini akan menjadi dokumen penting untuk merumuskan strategi kebudayaan,” kata Hilmar Farid seperti dilaporkan Brangwetan.com.

Adapun 8 Warisan Budaya Tak Benda asal Jawa Timur tersebut adalah:
– Janger Banyuwangi
– Clurit (Are’) Madura
– Rawon Nguling Probolinggo
– Upacara Adat Manten Kucing Tulungagung
– Reog Cemandi Sidoarjo
– Sandur Bojonegoro – Tuban
– Wayang Thengul Bojonegoro
– Wayang Topeng Jatiduwur Jombang

Selama berlangsungnya sidang penetapan, Provinsi Jawa Timur diwakili Hari Tunariono (Kasi Pelestarian Tradisi Disbudpar Jatim), Sujito (Dinas Parporabud Kab Probolinggo) yang didampingi pemilik Rumah Makan Rawon Nguling, H Rofiq Ali Pribadi.

Juga hadir Kartini (Kabid Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kab Sidoarjo), Suparno (Disbudpar Kab Jombang) yang mengajak Mochamad Ya’ud (dalang Wayang Topeng Jatiduwur), Susetyo dan Adi Sutarto (Disbudpar Kab Bojonegoro), Choliq Ridho (Disbudpar Kab Banyuwangi), Heru Santoso (Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kab Tulungagung) yang didampingi Ariani (Kepala Bidang Nilai Budaya dan Kesenian Disbudpar) dan narasumber Muhamad Reyhan Florean.

Juga hadir Henri Nurcahyo, pengurus Asosiasi Tradisi Lisan (ATL) Jawa Timur selaku stakeholder Disbudpar Jawa Timur. Disamping itu juga didampingi Balai Pelestarian Nilai Budaya (BPNB) Yogyakarta, dimana Jatim, Jateng dan DIY berada dalam wilayah kerjanya.

Pada 10 Oktober mendatang hasil penetapan kali ini akan dikukuhkan di Gedung Kesenian Jakarta secara formal oleh Mendikbud.

Penetapan 8 warisan budaya asal Jatim ini melengkapi daftar WBTB Jatim yang sudah diakui secara nasional sejak 2013, sehingga berjumlah total 36 karya budaya. (ist)

Add Comment