Kepribadian Pancasila & Revolusi Industri 4.0

foto
Eva K Sundari, dari Fraksi PDI Perjuangan memberikan sambutan. Foto: Istimewa.

Sosialisasi Pancasila dan Konstitusionalisme, yaitu UUD RI 1945, NKRI, Bhinneka Tunggal Ika) oleh anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Eva Sundari dengan 300 guru SMP dan SMA menekankan tema khusus yaitu Integrasi Pancasila Kedalam Kurikulum Pendidikan.

Kegiatan tersebut diselenggarakan pada pekan lalu itu bertempat di Gedung Balai Rakyat di Kota Tulungagung.

Hadir pada kesempatan itu Aqnes Purbasari dari Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Rumaya Batubara PhD (Dosen FE Unair), Satriyani Widyawati (Kepsek SMP Pawyatan Doho 1 Kota Kediri) dan Dwi Cahyono (Arkeolog Univ Muhammadiyah Malang) sebagai narasumber di Sosialisasi tersebut. Bertindak sebagai moderator Akhol Firdaus, dosen IAIN Tulungagung.

Aqnes Purbasari menyampaikan,Pancasila mengikat kita yang berbeda-beda dalam satu kesamaan yaitu 1 kepribadian bangsa. “Jadi pendidikan karakter harus berisi nilai-nilai yang diorientasikan untuk pembentukan kepribadian sesuai nilai-nilai Pancasila,” ujarnya.

Sementara Satriyani berbagi pengalaman SMP Pawyatan yang tidak mudah untuk mengintegrasikan Pancasila kedalam kurikulum baik di intra, ekstra kurikuler serta pembiasannya dalam pendidikan pembentukan karakter berbasis Pancasila karena tidak ada referensinya.

Sementara Eva Sundari berkeyakinan bahwa pendidikan karakter berbasis Pancasila bisa menjamin terwujudnya generasi emas untuk menjawab tantangan Revolusi Industri 4.0.

Pancasila berisi nilai-nilai progresive seperti pembebasan dari kemiskinan, ketertinggalan, humanisasi demi menjaga martabat kemanusiaan warga negara serta transendensi agar kita bisa mendapatkan energi positif dan daya kreatifitas. “Kepribadian Pancasila yang ditandai sikap open mind, heart dan will adalah kepribadian masa depan,” jelas Eva Sundari dalam presentasinya.

Selain itu, menurut Eva, Pancasila yang berintikan gotong royong amat sesuai dengan tuntutan Revolusi Industri keempat yang mensyaratkan kolaborasi dalam mengembangkan usaha selain responsif terhadap teknologi.

“Pancasila sungguh sakti karena telah menyelamatkan NKRI dari Balkanisasi dan eksrimisme agama, dan sakti pula menjawab tantangan masa depan yaitu dunia usaha berbasis teknologi dan otomatisasi,” kata Eva Sundari meyakinkan para guru yang menjadi para peserta sosialisasi. (ita)

Add Comment