Tunggu Ekskavasi, Bangunan Candi Dipagari Kawat

foto
Bangunan Candi di lereng Gunung Wilis dipasang kawat berduri. Foto: Liputan6.com/Dian Kurniawan.

Dinas Kebudayaan, Pariwisata Kepemudaan dan Olahragah (Disbudparpora) Kota Kediri, Jawa Timur memasang kawat berduri di sekitaran lokasi penemuan situs purbakala berbentuk candi di lereng kaki Gunung Wilis, Kelurahan Pojok Kecamatan Mojoroto.

Kepala Disbudparpora Kediri, Nur Muhyar mengatakan, pihaknya tidak melarang siapa pun yang ingin berkunjung ke lokasi. Namun dia menyarankan dan mengajak masyarakat untuk bersama – sama menjaga situs tersebut.

“Kita pasang pengamanan di lokasi, sambil menunggu ekskavasi tahap II, tahun 2019 mendatang,” tuturnya seperti dilaporkan Liputan6.com, akhir pekan lalu.

Pemasangan pengaman kawat berduri ini dilakukan secara gotong royong oleh masyarakat serta piranti perangkat lingkungan Kelurahan Pojok dan pegawai Disbudparpora Kota Kediri.

Sebuah bangunan berbentuk mirip candi yang diindikasi peninggalan pada zaman kerajaan Kadiri ditemukan di area KPH Kediri di Kelurahan Pojok, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri, Jawa Timur.

Bangunan ini diyakini sebagai Widya Mendala Kaguruan atau tempat bergurunya orang suci atau resi. Temuan ini menguat setelah ditemukan benda purbakala dilokasi berupa batu bata struktur candi serta sebuah Partirtan dan peripih mirip pecahan uang koin.

“Biasanya Patirtan digunakan untuk membersihkan diri sebelum melakukan kegiatan Ritual atau ibadah. Ada 17 orang dari BPCB yang sudah datang ke lokasi untuk Esvakasi Tahap Pertama,” kata Endah Setiyowati, Kasi Sejarah dan Kepurbakalaan Disbudparpora Kota Kediri.

Jika dilihat dari Lokasi Goa Selomangkleng yang dahulu kala dipergunakan Dewi Kili Suci Untuk Muksho. Kemungkinan mereka membuat candi yang dipergunakan untuk Ritual (Bertapa) menuntut ilmu disana.

Untuk mencapai lokasi penemuan benda purbakala mirip candi tersebut, harus ditempuh dengan jalan kakai menyusuri hutang lereng kaki Gunung Wilis. Jarak tempuh menuju ke atas kurang lebih 3 kilo meter. Jalannya yang menanjak ke atas diperlukan ke hati – hatian saat berjalan. (ist)

Add Comment