Kemajuan Harus Mengakar pada Kearifan Nusantara

foto
Presiden Jokowi bersama Ibu Iriana di Festival Keraton Nusantara. Foto: setkab.go.id.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Ibu Negara Iriana menghadiri kegiatan Festival Keraton Masyarakat Adat Asia Tenggara (ASEAN) ke-V di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, Minggu (28/10) sore.

Kegiatan ini dihadiri oleh sekitar 300 raja, sultan, permaisuri, ratu, dan pangeran yang tergabung dalam Forum Silaturahmi Keraton Nusantara (FSKN), serta perwakilan dari negara ASEAN seperti Thailand, Singapura, Filipina, dan Malaysia.

Dalam kegiatan itu, Presiden Jokowi berpenampilan seperti raja Jawa yang mengenakan pakaian adat khas Jawa berwarna hitam dengan aksen motif berwarna emas.

Jokowi juga mengenakan penutup kepala bak raja. Sementara Iriana tampil dengan pakaian bak ratu Jawa yang warnanya senada dengan Jokowi. Jokowi dan Iriana lantas melambaikan tangan ke arah warga. Perjalanan kemudian berhenti di Pendopo Rumah Dinas Bupati Sumenep.

Dalam sambutannya Jokowi mengatakan, dalam festival yang dihadiri oleh para Raja, para Sultan, para Pangeran, para Pemangku Adat anggota Forum Silaturahmi Keraton Nusantara itu, kita bisa melihat, betapa perbedaan-perbedaan kita kelihatan.

“Berbeda agama, berbeda adat, berbeda tradisi, berbeda suku. Inilah anugerah yang diberikan Allah SWT terhadap bangsa kita Indonesia. Sekali lagi, berbeda suku, berbeda agama,” kata Presiden.

Kepala Negara mengingatkan, perbedaan-perbedaan itu akan menjadi sebuah potensi dan kekuatan apabila kita bersatu, apabila kita rukun. Karena itu, Kepala Negara berpesan, jangan sampai nanti Indonesia maju dalam teknologi tapi mundur dalam kebudayaan, mundur dalam peradaban. Jangan sampai ini terjadi.

“Kemajuan Indonesia harus tetap mengakar kuat pada kearifan lokal Nusantara,” ujar Kepala Negara.

Untuk itu, Jokowi mengingatkan kepada semuanya untuk terus menjaga persatuan dan kerukunan sebagai aset terbesar bangsa Indonesia. Jangan kita terjebak pada pusaran ujaran kebencian, pusaran fitnah, pusaran hoaks.

“Bukan nilai seperti itu yang diajarkan oleh nenek moyang kita, oleh leluhur kita. Bukan sikap seperti itu yang ditunjukkan oleh para raja, para sultan, dan para pemimpin kerajaan-kerajaan Nusantara di masa lalu,” tegas Jokowi.

Kepala Negara mengajak semua masyarakat untuk membangun dan mewariskan peradaban Indonesia yang besar, peradaban Indonesia yang mulia, peradaban Indonesia yang terhormat dan bermartabat.

Even Tahunan
Festival ini merupakan ajang tahunan yang mempertemukan para raja dan kesultanan Nusantara, bertujuan untuk menjaga tali silaturahmi antar keraton.

Selain itu, meningkatkan peran sebagai warisan budaya bangsa. Ada sebanyak 300 Raja, Sultan, Permaisuri, dan Pangeran, serta 1.500 prajurit dan abdi dalam yang hadir dalam Festival Keraton ini.

Festival Keraton dan Masyarakat Adat Asia Tenggara ini berisikan pagelaran seni dan budaya bernuansa keraton. Seperti Kirab Agung Prajurit Keraton, Pagelaran Kesenian Keraton, Pagelaran Upacara Adat Keraton, Pagelaran Busana Keraton, Pameran Benda-Benda Pusaka Keraton, Pertemuan Raja atau Sultan Nusantara.

“Penguatan cultural value dari Festival Keraton Nusantara akan memberikan dampak terhadap commercial value. Semua harus menghasilkan kombinasi yang serasi,” ujar Menteri Pariwisata Arief Yahya.

Dengan masuknya event ini dalam 100 Wonderful Event Kementerian Pariwisata, Menpar berharap bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat. Sekaligus mempromosikan banyak kebudayaan yang beragam.

“Memang, pelestarian budaya ini dirasa sangat perlu. Misinya, apalagi kalau bukan untuk mengenalkan adat tradisi dan budaya keraton yang bernilai luhur. Ini juga sekaligus melestarikan benda-benda peninggalan sejarah dan purbakala sebagai aset serta sebagai daya tarik pariwisata,” ujar Arief Yahya

Festival ini dilaksanakan untuk menjaga tali silaturahmi antar keraton. Selain itu, meningkatkan peran sebagai warisan budaya bangsa. (sak)

Add Comment