Sosial Budaya Penangkal Efek Teknologi Digital

foto
Gubernur Jatim Soekarwo di Peringatan Hari Guru Nasional, di Pamekasan. Foto: Humas Pemprov Jatim.

Gubernur Jawa Timur, Soekarwo menilai pengajaran tentang Sosial Budaya dapat memfilter serta menangkal efek negatif dari perkembangan teknologi digital.

Hal tersebut diungkapkan oleh Soekarwo saat menghadiri puncak acara Peringatan Hari Guru Nasional, HUT ke 73 PGRI dan Hari Aksara Internasional ke 53, di Stadion A Yani, kabupaten Pamekasan, Sabtu (17/11).

Gubernur yang akrab disapa Pakde Karwo itu menilai jumlah mata pelajaran yang akan diberikan kepada peserta didik sangat penting untuk didiskusikan.

Diskusi tersebut diharapkan bisa terjalin antara guru, peserta didik dan Dinas Pendidikan. “Dulu sekolah hanya punya tiga mata pelajaran yang didapat, yaitu bahasa, berhitung dan pengetahuan umum, tapi sekarang sudah banyak,” ujar Pakde Karwo.

Selain soal jumlah mata pelajaran, Pakde Karwo juga mengajak kepada para guru agar mengenalkan perkembangan teknologi digital kepada para muridnya.

Hal tersebut bertujuan untuk peningkatan kemampuan dan kualitas, serta peningkatan kemampuan sosial budaya di tengah menghadapi berkembangnya dunia digital.

Gubernur dua periode itu menilai pengetahuan sosial budaya nantinya bisa menjadi penyaring serta penangkal sisi negatif dari perkembangan teknologi digital.

“Bisa berupa tata sopan santun, adat-istiadat, akhlak, dan ilmu agama. Pendidikan tersebut penting diberikan agar anak didik dapat secara spontan mengetahui sisi negatif dari perkembangan dunia digital,” pungkasnya. (ita)

Add Comment