Jelajah Sejarah, Mengenal Akulturasi Budaya

foto
Acara Jelajah Sejarah Klasik ke Banyuwangi Jawa Tmur. Foto: bla.com.

Dinas kebudayaan dan Pariwisata Jawa Timur melalui Bidang Cagar Cudaya dan Sejarah (CBS) menggelar Program Pembinaan Sejarah lokal yang terintegrasi dengan Jatim harmoni. Acara jelajah sejarah klasik Jawa Timur dilakukan di Banyuwangi beberapa waktu lalu.

Nantinya akan menitikberatkan pada pengenalan ruang kebhinekaan, yang dalam hal ini misalnya pengenalan sejarah perdagangan dan maritim Jawa Timur.

Hal ini cukup penting untuk diperkenalkan kepada generasi muda, mengingat keberagaman kita pada awalnya dimulai dan diperkenalkan dari sektor perdagangan dan maritim, melalui hubungan dengan beragam budaya, suku, agama dan ras dari dunia luar.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Timur Sinarto SKar MM dalam acara tersebut mengemukakan, sepantasnya kedepan perlu untuk dilaksanakan kunjungan ke obyek-obyek bersejarah di wilayah pesisir Jawa Timur.

“Mengingat banyak sekali peninggalan bersejarah yang mewakili kebhinekaan masyarakat Jawa Timur, diantaranya keberadaan kampung-kampung bersejarah dan hasil-hasil akulturasi kebudayaan disana,” kata Sinarto SKar MM.

Dikatakan, berkaitan dengan sejarah peradaban, jika kita menengok kembali kemasa lalu, peradaban kehidupan manusia tidak secara tiba-tiba dihadapkan pada kehidupan yang maju dan modern, akan tetapi melalui sebuah proses yang panjang.

“Dimana masing-masing individu dan kelompok saling mengenal dan bersosialisasi satu sama lain sejak manusia belum mengenal tradisi tulis menulis,” jelasnya.

Proses panjang tersebut masih dapat kita lihat dan nikmati hingga saat ini, mulai dari berbagai macam peninggalan masa prasejarah, imbuhnya.

Mulai dari sisa-sisa peralatan dan beragam jenis fosil, arsip-arsip pemerintahan, catatan harian hingga peninggalan infrastrktur seperti kantor perdagangan maupun kompleks instalasi militer.

“Dari beragam peninggalan tersebut kita dapat mempelajari bahwa perubahan corak kehidupan masyarakat selalu berubah setiap waktu mengikuti perkembangan zaman,” kata Sinarto.

Terutama jika dikaitkan dengan tema kegiatan kali ini maka kita akan diajak untuk melihat bagaimana sejarah kerajaan Blambangan dan beberapa peninggalannya mulai dari kehidupan masyarakat sebelum munculnya kerajaan Blambangan hingga akhir kekuasaannya di masa kolonial.

Penelitian mengenai Blambangan sebenarnya telah dilakukan oleh sejumlah ahli sejarah dan arkeologi, baik dari dalam negeri maupun luar negeri yang telah dimulai sejak masa pemerintahan Hindia Belanda.

Akan tetapi dari sekian banyak penelitian tersebut belum banyak dinikmati oleh masyarakat yang disebabkan oleh beberapa hal. Diantaranya adalah masih minimnya penyebaran informasi serta masih banyak informasi yang belum terdokumentasi dengan baik.

“Dengan adanya kegiatan jelajah sejarah klasik Jawa Timur ini, diharapkan generasi muda kita untuk lebih mengenal, mengerti dan lebih mencintai sejarah. Serta bagaimana menghargai dan merawat peninggalannya untuk kehidupan dimasa mendatang,” ujarnya. (ist)

Add Comment