Museum Mpu Purwa Malang Wadahi Kesenian Lokal

foto
Pelajar melihat koleksi Museum Mpu Purwa Malang. Foto: Antaranews/Vicki Febrianto.

Museum Mpu Purwa yang berada di Kelurahan Mojolangu, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, berupaya untuk mewadahi kesenian-kesenian lokal bagi masyarakat Kota Malang, dalam upaya untuk meningkatkan jumlah pengunjung.

Kepala Seksi Jarahnitra dan Permuseuman Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Malang Wiwik Wiharti Rodiah mengatakan bahwa, pihaknya memberikan fasilitasi kepada warga Kota Malang untuk menggelar berbagai acara budaya di area Museum Mpu Purwa, Kota Malang.

“Silahkan menampilkan kesenian dan kegiatan di Museum Mpu Purwa, kami memberikan 80 persen ruang bebas untuk dipergunakan,” kata Wiwik, kepada Antara di Kota Malang, Senin (26/11).

Wiwik menjelaskan, museum yang baru saja diresmikan pada Juli 2018 lalu itu sudah mulai ramai dikunjungi oleh kalangan pelajar yang ada di wilayah Kota Malang.

Para pelajar tersebut bisa mendapatkan edukasi mengenai sejarah Kerajaan Kanjuruhan, Kerajaan Mataram Kuno, Kerajaan Kediri, Kerajaan Singasari, dan Kerajaan Majapahit.

Pada bulan kunjungan museum yang jatuh pada Juli-Desember 2018, diharapkan masyarakat Kota Malang bisa memanfaatkan ruang bebas yang ada di Museum Mpu Purwa untuk menggelar berbagai kegiatan budaya.

Dengan banyaknya penyelenggaraan kegiatan budaya tersebut, maka secara otomatis akan mendongkrak jumlah pengunjung.

“Total kunjungan kurang lebih sudah 2.000 pengunjung, sejak awal tahun 2018. Memang pengunjung sudah diperbolehkan datang sebelum museum diresmikan, karena pembangunannya sudah selesai,” kata Wiwik.

Dalam kesempatan itu, salah seorang pelajar dari Sekolah Menengah Pertama Negeri 18 Kota Malang Maulidya Zahrawardana (12) mengatakan bahwa dirinya bersama teman-temannya berkunjung ke Museum Mpu Purwa karena tertarik dengan sejarah yang ada di Kota Malang dan sekitarnya.

“Di Kota Malang, kami sudah banyak melihat museum. Sementara Museum Mpu Purwa ini baru, jadi kami ingin menggali sejarah yang ada di Kota Malang,” kata Maulidya.

Wilayah Malang pada abad ke-8 pernah menjadi pusat Kerajaan Kanjuruhan, yang merupakan kerajaan pertama di Jawa Timur. Pada abad selanjutnya, wiayah Malang menjadi daerah bawahan dari Kerajaan Mataram Kuno. Kemudian, pada abad ke-13, wilayah Malang menjadi Ibu Kota Kerajaan Tumapel.

Selain itu, wilayah Malang juga menjadi tempat bagi Kerajaan Sengguruh, yang merupakan kerajaan Hindu terakhir di Pulau Jawa. Kerajaan Sengguruh itu sendiri berada di kawasan selatan yakni Kepanjen, yang masuk wilayah Kabupaten Malang.

Dengan adanya kerajaan-kerajaan tersebut, menjadikan daerah Malang memiliki banyak peninggalan purbakala berupa arca, prasasti, maupun candi. (ant)

Add Comment