Usai KKI, Dewan Kesenian dan Kebudayaan Konsolidasi

foto
Sebagian pengurus Dewan Kesenian dari Jawa Timur saat KKI 2018. Foto: Istimewa.

Kongres Kebudayaan Indonesia (KKI) yang di selenggarakan 5-9 Desember 2018 di Jakarta menyajikan berbagai agenda dan kegiatan.

Mata Acara seperti Kuliah Umum, Pidato Budaya, Debat Publik, Pertunjukan Budaya, hingga acara Inti Perumusan Strategi Kebudayaan Indonesia yang akan jadi Rujukan Pembangunan Kebudayaan 5 tahun kedepan.

KKI 2018 tersebut juga dimanfaatkan sebagai ajang Temu Budayawan hingga Lembaga Kebudayaan seperti Dewan Kesenian dan Kebudayaan dalam menciptakan iklim dan dinamika kebudayaan yang mampu mempererat persatuan bangsa.

Selain itu, agenda tersebut juga dimanfaatkan untuk menggelar Konsolidasi Kelembagaan dengan menghasilkan beberapa rumusan. Seperti agenda Silaturahim Dewan Kesenian Se-Indonesia pasca penyelenggaraan KKI pada tahun 2019 mendatang.

Endin Didik Handoko dari Dewan Kesenian Tulungagung menuturkan bahwa Dewan Kesenian dan Kebudayaan se-Indonesia sangat mengapresiasi pelaksanaan KKI 2018 ini. Selama beberapa Kongres, baru kali ini kebudayaan menjadi salah satu hal substansi untuk merumuskan arah pembangunan bangsa.

“Untuk itu kami Dewan Kesenian dan Dewan Kebudayaan se-Indonesia siap untuk menggelar pertemuan pasca kongres ini untuk menindaklanjuti hasil Strategi Kebudayaan Indonesia yang telah digodog oleh tim perumus,” ujar Endin Didik Handoko di Tulungagung.

Seperti diketahui bersama gelaran KKI kali ini terasa istimewa karena bertepatan dengan 100 tahun peringatan Kongres Kebudayaan Indonesia yang dilaksanakan pada tahun 1918 di Solo.

Selain itu kongres ini terasa istimewa karena setelah sekian tahun Indonesia akhirnya memiliki Undang-Undang yang mengatur masuknya kebudayaan dalam pembangunan, yaitu UU No 5 Thn 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan. Dimana setiap Kota / Kabupaten dan Provinsi diwajibkan memiliki Pokok Pikiran Kebudayaan Daerah.

Ketua Presidium Forum Komunikasi Dewan Kesenian Jawa Timur Eko Suwargono menyatakan kedepan, pihaknya bersama Dewan Kesenian dan Dewan Kebudayaan se-Indonesia siap mengawal jalannya Strategi Kebudayaan Nasional tersebut.

Utamanya terkait dengan pelembagaan kebudayaan yang selama ini telah dibahas dalam pra-kongres hingga saat KKI 2018 berlangsung. “Tahun 2019 kami akan menggelar Forum Komunikasi Dewan Kesenian untuk menindaklanjuti hasil kongres ini di Batu,” jelas Eko Suwargono.

KKI 2018 yang mengambil tema ‘Berkepribadian dalam Kebudayaan’ berlangsung sangat dinamis. Ada 300 peserta kota/kabupaten dari 27 provinsi yang menghadiri acara tersebut dengan peserta kongres mencapai 4.000 orang. (sak)

Add Comment