Jokowi Setuju 7 November Hari Wayang Nasional

foto
Pertemuan seniman dan budayawan dengan Jokowi di istana Negara. Foto: Istimewa.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyetujui usulan yang disampaikan para seniman dan budayawan yang hadir dalam pertemuan di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (11/12) sore, untuk menetapkan tanggal 7 November sebagai Hari Wayang Nasional.

“Ini memang usulan yang datang dari masyarakat ya. Dan beliau tadi secara langsung diambil suratnya, ditandatangani di tempat. Sehingga sekarang tanggal 7 November, yaitu tanggal penetapan wayang sebagai warisan budaya dunia oleh UNESCO itu ditetapkan sebagai Hari Wayang Nasional,” kata Dirjen Kebudayaan Kemendikbud, Hilmar Farid, kepada wartawan usai bersama sejumlah seniman dan budayawan bertemu. Presiden Jokowi.

Implikasi penetapan 7 November sebagai Hari Wayang Nasional, menurut Hilmar, tentu akan ada perayaan. Namun yang pasti, jika selama ini wayang yang tersebar di mana-mana sekarang punya forum untuk pengembangan lebih lanjut.

Selain masalah penetapan Hari Wayang Nasional, Dirjen Kebudayaan Hilmar Farid menambahkan, dalam pertemuan antara seniman dan budayawan dengan Presiden Jokowi itu telah disepakati untuk pembentuan dana perwalian untuk kebudayaan.

“Seperti trust fund begitu ya, yang disediakan untuk kebudayaan. Angkanya nanti bisa ditanya, saya tidak berani bilang,” ujar Hilmar.

Dana perwalian itu diharapkan akan memecahkan banyak masalah pendanaan di bidang kebudayaan. Ia menyebutkan, anggaran di bidang kebudayaan ini sangat ketat sehingga kalau misalnya mau bikin festival atau kegiatan-kegiatan, dengan administrasi yang ada sekarang terasa terhambat.

“Sehingga perlu suatu mekanisme yang jauh lebih fleksibel untuk kebutuhan itu. Dan dana perwalian dianggap tepat,” terang Hilmar seraya menambahkan, Dana Perwalian Kebudayaan itu akan dianggarkan mulai tahun 2019 mendatang.

Saat menerima perwakilan seniman dan budayawan di Istana Merdeka Jakarta, Jokowi berharap bisa mendengar, berdiskusi, dan mendapatkan masukan mengenai strategi kebudayaan sebagai sebuah arah umum untuk kemajuan kebudayaan 20 tahun yang akan datang.

Presiden mengaku akan lebih banyak mendengar masukan dari para seniman dan budayawan. “Oleh sebab itu, sore hari ini saya persilakan. Saya akan banyak mendengar saja,” kata Jokowi didampingi Mensesneg Pratikno dan Mendikbud Muhadjir Effendy.

Di antara seniman dan budayawan yang hadir dalam kesempatan itu tampak Gunawan Muhammad, Jaya Suprana, Nyoman Nuarta, Nungki Kusumastuti, dan Edy Sedyawati. (sak)

Add Comment