Candi Sadon, Sejarah Penting di Magetan

foto
Candi Sadon di Magetan. Foto: MK Adinugroho/TIMES Indonesia.

Warga Magetan mungkin sudah tidak asing lagi dengan Candi Sadon atau yang juga dikenal dengan Candi Reyog.

Tempat tersebut merupakan salah satu situs peninggalan bersejarah yang terletak di Dusun Sadon, Desa Cepoko, Kecamatan Panekan, Kabupaten Magetan.

Di lokasi itu, pengunjung dapat mengetahui berbagai peninggalan purbakala yang sekaligus menjadi bagian dari kekayaan budaya di Kabupaten Magetan.

Di antaranya, Lalamakara atau arca raksasa yang wajahnya mirip dengan kepala harimau atau yang sering disebut dengan reyog, naga, batu bertulis, tantri, umpak, yoni, antefik dan arca lainnya.

“Candi tersebut merupakan peninggalan bersejarah zaman kerajaan Majapahit, bahkan kemungkinan sebelum itu malah sudah ada,” ujar penjaga Candi Sadon atau Candi Reyog, Sarnu Temu Raharjo kepada TIMES Indonesia.

Sarnu mengatakan, lokasi tersebut sampai saat ini masih kerap dikunjungi oleh masyarakat baik dari dalam atau luar kota, bahkan turis asing dari luar negeri seperti Jepang dan Amerika.

Namun, yang paling mendominasi adalah dari kalangan pelajar. “Jumlah pengunjungnya tidak tentu, paling ramai pada saat hari Sabtu Minggu atau hari libur,” terangnya.

Menurutnya, rata-rata para pengunjung datang karena ingin mengetahui sejarah tentang candi tersebut. Selain itu, juga sebagai sarana pembelajaran bagi para pelajar.

“Kalau dihitung paling banyak dari luar kota, kalau dalam kota malah jarang, mereka datang setelah mengetahui informasi sejarah dari media sosial YouTube,” ungkapnya.

Sementara itu, Sarnu menambahkan, saat ini arca-arca yang terdapat di lokasi Candi Sadon atau Candi Reyog belum sepenuhnya ditemukan. Hal itu, diduga karena masih banyak peninggalan purbakala yang terpendam di dalam tanah.

“Jumlahnya kurang lebih baru satu pertiganya saja, sisanya kemungkinan masih terpendam di dalam tanah dan diduga kondisinya sudah banyak yang rusak,” pungkasnya.

Mirip Prasasti di Kediri
Pada areal candi terdapat tiga batu bertulis. Menurut penuturan Sarnu dari Dinas Sejarah dan Purbakala Kabupaten Magetan, tulisan di ketiga batu tersebut berbunyi A-PA PA-KA-LA, SA DA PA KRA-MA dan BA DA SRI-PA SA-BA DA-HA-LA.

Dari tulisannya yang berbentuk balok atau kwadrat, diperkirakan bahwa batu bertulis tersebut berasal dari masa yang sama dengan prasasti yang diketemukan di Dusun Pledokan, Kediri.

Di sebelah timur kompleks candi Sadon, tepatnya di depan pemakaman desa, terdapat candi kecil bernama Candi Reca Sapi (arca sapi). Ukuran candi ini sangat kecil, jauh lebih kecil dibandingkan dengan kebanyakan candi yang terdapat di Jawa Timur.

Candi yang diperkirakan merupakan candi Hindu tersebut ditemukan pertama kali pada tahun 1971 oleh Sudiro, penduduk setempat. Ketika diketemukan, candi tersebut tertutup rumpun bambu.

Candi Reca Sapi terdiri atas lima arca, yaitu Reca Kandang, Reca Pakan ( tempat makanan sapi), Reca Omben (tempat minum sapi), Reca Capil (arca topi gembala sapi) dan Reca Cagak (tonggak tempat menambatkan tali pengikat sapi).

Kelima arca tersebut diyakini sebagai perwujudan sapi dan perlengkapan menggembala milik Dadhung Awuk atau Maesadanu, tokoh penggembala dalam legenda setempat. (ist)

Add Comment