Surabaya Percantik Kawasan Cagar Budaya

foto
Pengecatan bangunan lama di kawasan cagar budaya. Foto: detikNews/Deni Prasetyo U.

Pemkot Surabaya terus mempercantik kawasan kota lama. Salah satunya melakukan revitalisasi dengan melakukan pengecatan bangunan-bangunan tua.

Menggandeng dengan komunitas pemerhati budaya serta warga setempat, seluruh anggota OPD, mulai dari Dinas Pariwisata, Bappeko, Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Perumukiman, Cipta Karya dan Tata Ruang ikut melakukan pengecatan rumah-rumah tua di kawasan Jalan Panggung, Jalan Karet hingga Jalan Kembang Jepun, akhir pekan lalu.

Sebanyak 167 bangunan rumah tua yang berada di sepanjang Jalan Panggung, dicat warna-warni.

Kepala Bappeko Ery Cahyadi mengatakan kegiatan pengecatan di kota lama ini dilakukan untuk menghidupkan kembali wisata heritage. Menurutnya Kota Surabaya minim wisata alam. Oleh karena pihaknya ingin konsentrasi menghidupkan wisata heritage.

“Karena Pemerintah Surabaya ingin menghidupkan wisata heritage. Karena di Surabaya itu, tidak ada wisata alam. Tapi kita akan konsentrasi ke wisata heritage. Salah satunya kita menghidupakan wisata heritage di Jalan Panggung, Jalan Karet sampai Jalan Kembang Jepun hingga ke Ampel,” kata Ery Cahyadi kepada detikcom.

Ery Cahyadi juga menjelaskan jika sebelumnya, Dinas Pariwisata Surabaya sudah menghidupakan dibeberapa kawasan wisata heritage seperti Pecinan dan Ampel. Tak hanya itu, selain melakukan pengecatan pemkot juga akan memperbaiki infratruktur dikawasan heritage.

“Ini nanti alan ditunjang dengan perbaikan pedestrian,perbaikan jalan maupun PJU. Nantinya para wisatawan tidak berjalan kaki saja. Tapi juga kita siapkan dengan fasilitas angkutan wisata seperti mobil dan perahu,” ungkap Ery.

Di kawasan Jalan Panggung sendiri, bangunan-bangunan tua itu digunakan untuk usaha percetakan buku. Selain itu,kawasan tersebut juga berdekatan dengan pasar ikan Pabean yang sudah melegenda.

Bangunan-bangunan tua di kawasan tersebut berkonsep kampung melayu. Salah satunya dengan adanya aksen ukiran atap pintu dari kayu jati.

Namun, Ery juga mengaskan dalam membangun kawasan wisata heritage, tidak hanya dilakukan pengecatan saja. Tapi juga perbaikan infrastruktur dan pengembangan perekonomian.

“Yang namannya membangun kawasan heritage tidak hanya melakukan pengecetan saja. Bagaiamana setelah semuanya jadi seperti pedestrian dan semua infratruktur yang menunjang. Nanti ada ekonomi yang berputar itu yang akan kami buktikan,” tandas Ery.

Sementara itu, meski dipercantik dengan melakukan pengecatan 164 bangunan di Jalan Panggung, komunitas pemerhati cagar budaya mengaku kecewa. Sebab menurut mereka pemkot tidak sesuai dengan hasil rapat yang disepakati.

“Sebelumnya kami sudah rapat dengan pihak pemkot dalam forum. Disana juga sudah disampaikan jika kalau ingin melakukan pengecatan dengan warna-warna natural. Tapi kenyataan berbeda, malah memilih dengan warna ngejreng. Jadi kelihatannya bukan menjadi kota-kota lama, tapi menjadi kota modern,” kata Muhammad Saiful dari Ketua Laskar Soeroboyo. (dtc)

Add Comment