Rumah Kapitan Cina, Destinasi Wisata Madiun

foto
Kondisi Rumah Kapitan Cina di J Kolonel Marhadi, Nambangan Lor, Manguharjo, Madiun. Foto: Istimewa.

Pemerintah Kota (Pemkot) Madiun berencana menjadikan Rumah Kapitan Cina yang berada di Jalan Kolonel Marhadi, Kelurahan Nambangan Lor, Kecamatan Manguharjo, Kota Madiun sebagai destinasi wisata sejarah dan budaya guna mendongkrak sektor pariwisata di wilayah setempat.

Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disbudparpora) Kota Madiun Agus Purwowidagdo, Selasa, mengatakan, rumah Kapitan itu telah diajukan Pemkot Madiun menjadi objek cagar budaya sejak tahun 2018.

Hasilnya, pihak provinsi telah menetapkannya sebagai cagar budaya bangsa yang layak dilestarikan. Saat ini sedang menunggu proses penetapannya.

“Nantinya, bangunan Rumah Kapitan Cina ini tidak hanya ditetapkan sebagai cagar budaya saja, namun juga digunakan sebagai salah satu destinasi wisata di Kota Madiun,” ujar Agus kepada wartawan, seperti dikutip Antaranews.com.

Menurut dia, peluang untuk menjadikan rumah Kapitan tersebut sebagai objek wisata sejarah dan budaya cukup besar karena bangunan semacam itu sangat langka.

“Rumah Kapitan Cina ini hanya ada dua di Indonesia yang tersisa. Satu di Medan dan satunya lagi di Kota Madiun. Terlebih, hasil peninjauan tim pelestarian budaya dari provinsi telah menilai Rumah Kapitan Cina yang di Madiun ini masih bagus dan kokoh,” kata dia.

Dengan dijadikannya sebagai destinasi wisata sejarah dan budaya, warga Kota Madiun dan lainnya dapat belajar dan menambah wawasan tentang budaya dan sejarah dari bangunan tersebut yang merupakan akulturasi dari budaya Cina, Belanda, dan Jawa.

“Ini masih dikoordinasikan. Ke depan, konsepnya bisa museum ataupun menjadi lokasi untuk kegiatan-kegiatan pemkot yang bersifat sejarah,” terang Agus lanjut.

Dalam rangka menjadikan bangunan tersebut sebagai cagar budaya dan objek wisata, Pemkot Madiun telah melakukan persiapan. Di antaranya melakukan peninjauan guna melihat kondisi bangunan tersebut.

Pemkot Madiun juga berencana melakukan revitalisasi jika penetapan dari provinsi sudah keluar. Selain itu, Pemkot Madiun juga akan menerbitkan peraturan wali kota untuk pengaturan bangunan cagar budaya tersebut.

Dengan dimanfaatkannya Rumah Kapitan Cina sebagai destinasi wisata, diharapkan dapat meningkatkan kunjungan wisatawan ke Kota Madiun.

Data Disbudparpora mencatat terdapat 21 bangunan di Kota Madiun yang akan ditetapkan sebagai cagar budaya dan saat ini sedang menunggu proses penetapannya dari provinsi.

Ke-21 objek cagar budaya yang akan ditetapkan tersebut, meliputi bangunan bersejarah tempat ibadah, pendidikan, maupun pusat pemerintahan.

Di antaranya adalah Masjid Kuno Taman dan Kuncen, bangunan Balai Kota Madiun, SDN 01 dan 02 Kartoharjo. Lalu, Gereja Protestan Indonesia bagian Barat (GPIB) Gamaliel, kompleks Gereja Santo Cornelius, bangunan sekolah Santo Bernardus.

Kemudian, Rumah Kapitan Cina di Jalan Kolonel Marhadi dan Jalan Kutai. SDN 05 Madiun Lor, SMPN 1, 3 dan 13 Kota Madiun, bangunan SMAN 1 Kota Madiun, dan gedung Bakorwil Madiun.

Selain itu, Stasiun Besar Madiun, Klenteng Hwi Ing Kiong, kompleks Pabrik Gula Rejo Agung dan rumah dinasnya, dan menara air Sleko. (ant)

Add Comment