Rumah Kawasan Ini ‘Haram’ Berubah Wajah

foto
Rumah lama di Jl Ijen Malang. Foto: Detikcom.

Rumah-rumah peninggalan zaman Belanda di Kawasan Cagar Budaya Kota Malang ini dilarang berubah wajah. Pemilik rumah harus memiliki izin dari pihak terkait jika ingin melakukan renovasi sekecil apapun.

Pemerintah Kota Malang telah menerbitkan Peraturan Daerah (Perda) Cagar Budaya No 1 Tahun 2018. Kawasan cagar budaya harus dijaga kelestariannya. Seperti pemukiman elit kolonial di Jalan Besar Ijen.

Sekretaris Tim Ahli Cagar Budaya (TABC) Kota Malang, Agung Buana mengatakan, pemilik rumah di Jalan Ijen 45 berencana melakukan renovasi bangunan. Lantaran masuk dalam kawasan cagar budaya, niat renovasi harus didiskusikan dengan TABC terlebih dahulu.

“Rencana akan ada penambahan bangunan menjadi dua lantai dan kamar. Kami meminta agar bangunan induk tak diubah, apalagi dirobohkan total. Karena harus menjaga arsitektur asli dari bangunan,” kata Agung kepada Detikcom, Kamis (7/2).

Agung menambahkan, tim ahli merekomendasikan hanya bangunan belakang yang diubah maupun ditambah. “Kami sangat mengapresiasi niat dari pemilik bangunan, yang memilih untuk berkonsultasi dengan tim ahli terlebih dahulu,” tambah Agung.

Arsitek rumah Ijen 45, Honggo Wijaya awalnya memiliki rencana untuk mengubah gaya bangunan dari rumah tersebut. “Memang ada beberapa bagian yang direnovasi, tetapi tadi dikatakan tidak boleh. Tentunya kami akan mengikuti,” kata Honggo di tempat terpisah.

Kemudian Anggota TABC Kota Malang Dwi Cahyono menyampaikan, Ijen memiliki nilai sejarah tinggi yang wajib dijaga dan dilestarikan.

Gaya arsitek rumah memang didesain cantik dan menarik di zamannya. Menurutnya, Ijen merupakan kawasan elite yang dihuni oleh pejabat-pejabat tinggi Belanda masa itu.

“Kami menyayangkan dengan perubahan bangunan, yang sudah ada. Tentunya harus disikapi dengan tegas, untuk mengembalikan ke gaya arsitektur asli. Karena itu bisa menjadi alasan bagi lainnya, untuk mengubah bangunan rumah di kawasan Ijen,” tandas Dwi.

Rumah-rumah kawasan Ijen banyak diminati orang-orang berdompet tebal. Selain lokasi yang strategis, lingkungan Ijen juga terbilang masih asri. Dwi menyebut, satu rumah di Jalan Ijen bisa dibandrol sampai puluhan miliar.

Saat detikcom bertandang ke rumah nomor 45, belum ada aktivitas renovasi di rumah tersebut. Rumah tersebut tepat berada di pojokan antara Jalan Ijen dan Jalan Dempo. (dtc)

Add Comment