Joint Cultural Performance, Misi Budaya di Kamboja

foto
Acara Joint Cultural Performance di Kamboja. Foto: Istimewa.

Hubungan diplomatik budaya antara Indonesia dan Kamboja terus terjalin. Salah satunya, Joint Cultural Performance yang diperingati bulan ini.

Sejarah persahahatan antar kedua negara ini tak lepas dari rintisan dua tokoh. Presiden pertama Republik Indonesia Bung Karno dan Raja Kamboja Norodom Sihanouk.

Dua sahabat yang melegenda. Pada Februari 2019 ini, jalinan persahabatan dua negara itu genap berusia 60 tahun.

Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kamboja serta Pemerintah Kerajaan Kamboja memperingati momentum tersebut melalui sebuah gelaran kebudayaan di Chatomuk Theater, Pnom Penh, pekan lalu.

Raja Kamboja, Norodom Sihamoni menghadiri langsung festival budaya dua negara. Ini menjadi kehormatan luar biasa bagi keluarga besar Bung Karno yang datang langsung dari Tanah Air sebagai delegasi misi kebudayaan.

Hadir pula dalam kesempatan ini, sebagai wakil dari Pemerintah Republik Indonesia, adalah Menteri Kordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Puan Maharani.

“Peserta dari joint culture ini adalah Royal Ballet of Cambodia, Indonesia Cultural Centre,” kata Puti Guntur Soekarno, berdasarkan rilis yang diterima JatimTimes.com.

Puti yang juga cucu Bung Karno menambahkan, Kinarya Gencar Semarak Perkasa juga menampilkan lima tarian yang lantas dirinci berikut maknanya.

Di antaranya, Gending Sriwijaya, tarian tradisional Palembang sebagai wujud penyambutan untuk tamu kehormatan dalam hal ini Raja Norodom Sihamoni.

Tarian yang dibawakan sembilan orang penari ini menggambarkan kejayaan dari Kerajaan Sriwijaya. Penarinya mengenakan busana tradisional Aesan Gede. Penari terdepan membawakan tempat sirih yang akan dipersembahkan kepada raja.

Taruna Jaya menjadi tari kedua. Ini digubah dari tarian Turonggo Yakso atau Jaran Kepang yang berasal dari Jawa Timur. Guruh Sukarno Putra menata dan menggubah kembali tarian ini.

Puti menegaskan, kebudayaan dan kesenian adalah salah satu cara dalam meningkatkan hubungan dan persahabatan antar negara. “Dengan misi kebudayaan inilah maka nama Indonesia akan semakin dikenal,” pungkas dia. (ist)

Add Comment