Relief Pohon Bodhi pada Candi Borobudur

foto
Relief pada Candi Borobudur. Foto: Kemdikbud.go.id.

Pohon Bodhi dikenal sebagai tempat sang Buddha Gautama bersemedi dan mencapai masa pencerahan. Pohon Bodhi masuk dalam suku Moraceae (Beringi-beringinan).

Tinggi Pohon tersebut dapat mencapai 20 sampai 30 m, dengan batang bewarna keabu-abuan dan kulit batang yang retak-retak. Tajuknya rindang dan melebar.

Daun tersusun spiral, berbentuk oval dengan ujung meruncing dan berwarna hijau. Sedangkan daun mudanya bewarna merah. Daun tanaman ini memiliki stipula (daun penumpu) dengan panjang mencapai 1,5 cm.

Tanaman ini memiliki buah kecil dengan diameter 12-13 mm, muncul berpasangan di ketiak daun pada ranting pohon. Pada saat muda, buah bewarna hijau dan memerah ketika masak.

Pada relief Candi Borobudur, pahatan berbentuk tanaman bodhi cukup mudah ditemui. Pahatan tanaman bodhi memiliki cirri khas pada daunnya yang berbentuk hati dengan ujung menyempit-panjang seperti ekor.

Salah satu pahatan paling bermakna, yaitu pada panil relief kisah Lalitavistara, detik pada waktu sang Buddha duduk bersila di bawah naungan pohon bodhi.

Pohon bodhi seringkali disebut sebagai pohon kehidupan, pohon pencerahan atau pohon kebijaksanaan. Berbagai referensi agama Buddha menunjukkan bahwa tanaman bodhi memiliki arti khusus, dengan latar belakang bahwa sang Buddha memperoleh pencerahan dengan bermeditasi dibawah pohon bodhi.

Tanaman bodhi merupakan tanaman asli India hingga Indocina. Diduga tanaman tersebut diperkenalkan kepada masyarakat Jawa kuno seiring berkembangnya ajaran agama Buddha di nusantara.

Masyarakat nusantara itu kemudian mengenal tanaman bodhi sebagai pohon suci. Bahkan konon diceritakan bahwa stupa pada Candi Borobudur terinspirasi dari stilasi bentuk helaian daun bodhi.(ist)

Add Comment