Petugas BPCB Jatim Survei Situs Kumitir

foto
Situs Kumitir di Dusun Bendo, Desa Kumitir, Jatirejo, Mojokerto. Foto: BPCB Jatim.

Temuan struktur Situs Kumitir di Dusun Bendo, Desa Kumitir, Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto, berawal dari viralnya berita di media sosial tentang adanya aktivitas pembongkaran struktur yang diduga sebagai objek yang memenuhi kriteria cagar budaya.

Informasi yang diberitakan berupa foto aktivitas pembongkaran sebuah struktur bata kuno yang dilakukan sekelompok orang.

Saat dilakukan peninjauan di lokasi tersebut oleh petugas Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur, sekaligus juga dilakukan survei di sekitar lokasi kejadian menunjukkan bahwa struktur yang dirusak merupakan bagian dari kompleks atau kawasan yang lebih luas.

Terdapat sebaran tinggalan arkeologi berupa struktur dan benda-benda lainnya juga memenuhi kriteria cagar budaya dalam radius 250 m di sekitar lokasi kejadian.

Struktur tersebut berada di dua dusun yang berbeda atau berada di perbatasan. Struktur bata yang telah rusak berada di Dusun Kumitir, sedangkan struktur lainnya berada di sebelah barat makam Dusun Bendo.

Situs Kumitir ini meliputi beberapa temuan tinggalan arkeologi berupa struktur bata, blok batu, antefik dan umpak. Struktur bata tersebut diduga merupakan peninggalan pada masa Majapahit yang mengindikasikan sebuah permukiman kuno.

Antefik adalah sebuah unsur banguan yang berfungsi sebagai hiasan bagian luar pada bangunan candi dalam bentuk segitiga meruncing. Antefik bersifat struktural sehingga tidak dapat berdiri sendiri melainkan menyatu dengan bangunan induk.

Keberadaan antefik ini dapat menjadi acuan untuk mengindikasikan bahwa di wilayah Kumitir ini pada masa lalunya terdapat sebuah bangunan yang cukup besar jika dilihat dari konteks temuan struktur di sekitarnya.

Antefik yang ditemukan berada di lahan tebu milik Bapak Hadi yang berada sekitar 125 meter di sebelah timur struktur yang sudah rusak tepatnya berada di pinggir lahan dekat dengan jalan setapak sebelum menuju ke struktur bata yang telah mengalami kerusakan.

Juga ditemukan blok batu ini berada di area Makam Dusun Bendo, Desa Kumitir, tepatnya berada di batas selatan Makam sisi timur.

Keberadaan blok batu biasanya dihubungkan dengan sebuah bangunan atau struktur, baik bangunan suci maupun profan, sehingga dapat dikatakan perkembangan blok batu seiring dengan perkembangan bangunan-bangunan tersebut.

Di Jawa Timur, blok-blok batu kuno yang ditemukan rata-rata berasal dari masa klasik, terbuat dari batu andesit yang mengalami pemahatan sesuai bentuk struktur/bangunan.

Blok batu yang merupakan komponen bangunan tersebut disusun dengan menggunakan sistem pengait antar batu, sehingga kuat dan tidak mudah lepas.

Sistem pengait ini dapat berupa tonjolan/lekukan berbentuk persegi biasa, ataupun dengan tipe tertentu seperti yang terdapat pada candi-candi di Jawa tengah, yang mempunyai bentuk seperti ekor burung sriti. (bpcbjatim)

Add Comment