Pemugaran Situs Makam di Bangkalan Telan Rp 150 Juta

foto
Warga berada di Makam Agung, Kecamatan Arosbaya, Bangkalan. Foto: RadarMadura.id/Badri Stiawan.

Pemkab Bangkalan kembali memprogramkan pemugaran situs budaya. Tahun lalu pemugaran menyasar Makam Ki Demong di Desa Plakaran, Kecamatan Arosbaya. Pada 2019 ini, giliran Makam Agung di Arosbaya yang akan dipugar.

Kabid Kebudayaan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Bangkalan Hendra Gemma Dominan menyampaikan, sejumlah situs budaya menjadi jujukan wisatawan. Pemkab bakal melakukan pemugaran demi mempertahankan keberadaan peninggalan sejarah tersebut.

Pemugaran Makam Agung diprogramkan dalam APBD Bangkalan 2019. Anggaran yang akan digunakan untuk pemugaran murni dari APBD. Bukan dari dana alokasi khusus (DAK). Tahun lalu pemkab melakukan pemugaran situs budaya Makam Ki Demong Plakaran di Desa Plakaran, Kecamatan Arosbaya.

Disbudpar mengucurkan dana Rp 350 juta untuk pemugaran Makam Ki Demong Plakaran. Mulanya dalam APBD Bangkalan 2018 dianggarkan Rp 200 juta. Anggaran ditambah Rp 150 juta pada perubahan anggaran keuangan (PAK). ”Sudah selesai pengerjaan,” kata Hendra seperti dilaporkan jawapos.com.

Untuk pemugaran Makam Agung, disbudpar menganggarkan Rp 150 juta. Rencananya triwulan kedua 2019 mulai dikerjakan. Saat ini pihaknya berkonsultasi dan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait. Salah satunya, Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur.

”Kami juga berkoordinasi dengan sejarawan dan budayawan di Bangkalan. Kami ingin hasil pemugaran sesuai dengan harapan,” ucap Hendra.

Anggota Komisi D DPRD Bangkalan Abdurrahman Tohir mengatakan, pemugaran situs budaya perlu dilakukan. Sebab, situs tersebut merupakan peninggalan sejarah yang sangat berharga.

Dia meminta pemugaran dilakukan secara maksimal. Setelah dipugar, pihaknya berharap pemerintah memanfaatkan potensi tersebut untuk meningkatkan kunjungan wisatawan ke Bangkalan. ”Agar wisata religi dan wisata budaya lebih menarik, kami mendukung program pemugaran,” tukasnya. (jpr)

Add Comment