Seribu Penari Majapahit Bakal Semarakkan Kirab Budaya

foto
Kegiatan Rembug Adiluhung bersama Disporabudpar, Forum Ketahanan Budaya, dan Laskar Majapahit Benteng Nusantara NKRI. Foto: Antaranews.com.

Pemerintah Kabupaten Mojokerto bakal menggelar kirab budaya Majapahit yang disemarakkan seribu orang penari Majapahit di Trowulan pada tanggal 20 April dalam rangka Hari Jadi ke-726 Kabupaten Mojokerto.

Wakil Bupati Mojokerto Pungkasiadi, mengatakan seribu orang penari Majapahit direncanakan bergabung memeriahkan kirab budaya Majapahit.

“Seribu orang penari direncanakan ikut dalam kirab budaya Majapahit. Ini belum termasuk persembahan budaya dari 18 kecamatan,” katanya disela kegiatan Rembug Adiluhung bersama Disporabudpar, Forum Ketahanan Budaya, dan Laskar Majapahit Benteng Nusantara NKRI, di Gedung Serbaguna Desa Pohkecik, Kecamatan Dlanggu, Senin (11/3).

Dalam kesempatan itu dirinya juga berpesan untuk tidak melupakan sejarah, meski kini sejarah terus digempur kemajuan zaman, keberadaannya harus terus ada dan lestari.

“Semua pihak mulai dari pemerintah daerah, masyarakat adat, maupun komunitas-komunitas pemerhati budaya, harus memberi dukungan penuh terhadap semua upaya pelestarian budaya,” ujarnya, seperti dikutip Antaranews.com.

Menurutnya, budaya dan sejarah harus lestari, jangan sampai stagnan meski menghadapi kemajuan zaman.

Pemerintah Kabupaten Mojokerto, kata wabup, menyatakan sangat mendukung penuh atas kegiatan ini dimana dari hasil rembuk, hasil yang disepakati akan dicocokkan dengan program-program daerah.

Ia mengatakan, cita-cita mengenalkan dan menjaga sejarah Majapahit, terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Mojokerto di antaranya rutin menggelar kegiatan-kegiatan budaya, seperti Ruwat Agung Nuswantoro, Kirab Budaya Majapahit, Haul Syech Jumadil Kubro, larung sesaji.

Namun tidak berhenti disitu, lanjut dia, siswa sekolah dasar di Kabupaten Mojokerto juga gencar untuk diarahkan mengenal akar sejarah Majapahit dalam proses belajar-mengajar.

Belum lama ini, wabup telah mengarahkan kepala sekolah sekolah dasar, supaya membuat kegiatan belajar mengajar dengan melibatkan pengenalan sejarah Majapahit sejak dini.

“Kalau ada libur sekolah, (siswa) jangan selalu dibawa ke luar Kabupaten Mojokerto. Bawa mereka menyelami budaya Majapahit lebih dalam,” ucapnya.

Rembug adiluhung dengan tema “Cakrawala Baru Mojokerto Masa Depan”, dihadiri oleh Ketua DPRD Ismail Pribadi, Asisten, Kepala OPD, Kasdim 0815 Mojokerto Mayor Inf MJ Arifin, Camat Dlanggu Nunuk Jatmiko, kepala desa, LSM, ormas, budayawan, serta tokoh lintas agama. (ant)

Add Comment