Disbudpar Jatim Selenggarakan Lawatan Sejarah

foto
Penutupan acara Lawatan Sejarah Nasional 2018 lalu. Foto: Kemdikbud.go.id.

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Jatim menyelenggarakan Kegiatan Lawatan Sejarah Provinsi Jawa Timur Tahun 2019 di Gresik beberapa wktu lalu, dengan harapan mampu menumbuhkan minat dan bakat generasi muda.

Juga menurut Kepala Disbudpar Jatim Sinarto SKar MM bagi para guru dapat mengembangkan dirinya dalam pembuatan karya tulis sejarah yang baik dan benar, dan memberikan informasinya kepada masyarakat.

Menurutnya, jaman ini yang dikenal era melineal banyak ditemukan perilaku menyimpang dari generasi muda, para siswa khususnya sekolah menengah. Kejadian terakhir ini salah satu sekolah menengah di Gresik yang viral melakukan perlawanan kepada guru, dan bahkan di Sampang Madura sampai membunuh gurunya.

“Itu tentu saja karena siswa tidak mencontoh perilaku moral dan budaya leluhur bangsa kita yang dikenal sopan santun,” kata Sinarto.

Kepala Bidang Cagar Budaya dan Sejarah Dra Endang Prasanti MM menyebutkan, peserta kegiatan ini sebanyak 100 orang terdiri 38 guru sejatah dan 62 siswa tingkat SMA/ Sederajat dari Kabupaten dan Kota di Jawa Timur.

Peserta juga melakukan kunjungan lapangan dengan objek kunjungan meliputi Monumen Van Der Wijck (TPI) Brondong, Pembuatan kapal Ijon-Ijon (Desa Kandang Semangkon).

Menurut Endang Prasanti maksud dan tujuan dilaksanakannya kegiatan Lawatan Sejarah antara lain menanamkan kesadaran historis kepada generasi muda agar mencintai dan memahami sejarah bangsanya. Sehingga sikap dan perilakunya selalu berdasar pada nilai-nilai sejarah.

Juga mengembangkan keterampilan elementer pada generasi penerus dalam melaksanakan penelitian serta penulisan sejarah lokal dalam bentuk karya ilmiah yang sesuai kaidah penulisan sejarah.

“Memberikan metode pembelajaran sejarah yang edukatif, inspiratif dan kreatif sehingga pelajaran sejarah menjadi menarik dan dapat meningkatkan daya nalar dan kritis siswa terhadap fenomena yang ada di linkungan sekitar,” ujarnya.

Juga memilih 5 guru sejarah dan 27 siswa sebagai wakil Jawa Timur pada kegiatan lawatan sejarah tingkat daerah yang diselenggarakan oleh Balai Pelestarian Nilai Budaya (BPNB) Yogyakarta diperkirakan pelaksanannya tanggal 18–21 Juni 2019 di Semarang Jawa Tengah. (petisi)

Add Comment