Temuan Situs di Jalur Tol Malang Capai 24 Meter

foto

BPCB Jatim menemukan sebaran batu bata hingga radius 24 meter. Foto: Fisca Tanjung/JawaPos.com.

Pengerjaan ekskavasi atas temuan situs purbakala di salah satu lokasi pengerjaan proyek Tol Malang-Pandaan (Mapan) sudah berlangsung sepekan. Tepatnya di Desa Sekarpuro, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang.

Hasilnya, Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jatim telah menemukan sebaran batu bata yang cukup luas. Meskipun begitu, belum bisa dipastikan bentuk bangunan tersebut.

Arkeolog BPCB Jatim Wicaksono Dwi Nugroho mengatakan, pihaknya telah menemukan sebaran batu bata dengan radius 24 meter ke Utara-Selatan dan 16 meter ke Barat-Timur dari temuan awal. “Kedalamannya 30-50 sentimeter,” ujar Wicaksono kepada JawaPos.com, Senin (18/3).

Menurut Wicaksono, temuan tersebut sudah cukup untuk melihat bentuk bangunan situs purbakala. “Ini sudah cukup. Sampai Kamis (21/3) di radius itu, kami akan memperjelas struktur bata dan melihat bentuk tatanan bata di radius itu,” paparnya.

Selama melakukan ekskavasi, BPCB Jatim tidak terlalu banyak menemukan barang-barang purbakala seperti yang didapat masyarakat sekitar. “Temuan lepas (benda purbakala) sangat minim. Singkapan seperti ini tidak sebanyak (temuan) di Trowulan,” terangnya.

Adapun beberapa barang yang ditemukan antara lain tembikar dan porselin. Itupun hanya sedikit. “Di tengah galian ada sekitar 5-6 pecahan tembikar kecil. Tepatnya di 10 meter dari titik temuan awal,” jelas Wicaksono.

Dilihat dari minimnya temuan, dugaan sementara bangunan tersebut terbuat dari dinding konstruksi kayu dengan atap ijuk. Hal itu dibuktikan dengan tidak ditemukannya reruntuhan genteng. “Karena tidak temukan pecahan genteng, kemungkinan atasnya ijuk,” imbuh Wicaksono.

Diperkirakan, pola bangunan tersebut seperti pintu gerbang, latar halaman, dan bangunan yang menghadap ke arah Gunung Semeru. “Bentuknya masih ditelusuri. Di Timur juga ada bangunan lagi kecil, beda teknologi pengerjaan,” pungkas Wicaksono. (jawapos)

Add Comment