Program BSBI 2019 Perkenalkan Kebhinekaan Nusantara

foto
Peserta BSBI di Gedung Pancasila Kemenlu Jakarta. Foto: Istimewa.

Wakil Menteri Luar Negeri RI AM Fachir secara resmi membuka Program Beasiswa Seni dan Budaya Indonesia (BSBI) 2019 di Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri RI, pekan lalu.

Acara tersebut dihadiri oleh sejumlah pejabat Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) dan Kementerian/ Lembaga terkait, Duta Besar negara sahabat penerima BSBI, anggota DPR RI, perwakilan universitas/perguruan tinggi, serta sanggar seni dan rumah budaya.

Beasiswa Seni Budaya Indonesia (BSBI) merupakan kegiatan Kemenlu RI yang telah dilaksanakan sejak tahun 2003. Pada tahun 2019, program ini memasuki tahun yang ke-17.

Program Beasiswa ini bertujuan untuk memperkenalkan berbagai ragam identitas dan kepribadian bangsa Indonesia yang khas seperti sikap menghargai keberagaman/kebhinekaan, kekeluargaan, kesantunan, toleransi, dan keterbukaan kepada para generasi muda negara-negara sahabat.

Peserta BSBI diharapkan dapat menjadi sahabat dari Indonesia (friends of Indonesia) di masa mendatang. Selama 16 (enam belas) tahun terakhir, kegiatan dimaksud telah menghasilkan 848 lulusan dari 74 negara yang menjadi friends of Indonesia dan juga membantu promosi Indonesia di negara asal.

Program BSBI 2019 dimulai 6 Mei 2019 dan akan ditutup dengan pagelaran budaya kolosal bertajuk Indonesia Channel, Pentas Karya Sahabat Indonesia, pada 13 Agustus 2019 di Banyuwangi. Tema yang diangkat pada BSBI 2019 adalah “Mosaic of Indonesia”.

Negera-negara prioritas peserta BSBI 2019 adalah negara anggota ASEAN, ASEAN+3, SwPD, PIF, sejumlah negara Eropa, Asia, Afrika dan negara Mitra Dialog Lintas Agama.

Terdapat 3 negara baru pada BSBI 2019 yaitu, Gambia, Portugal, dan Kolombia. Selain itu, terdapat 6 pemuda Indonesia yang berasal dari Papua, Sulawesi Selatan, Kalimantan Timur, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, dan Nusa Tenggara Timur.

Kurikulum yang diajarkan utamanya adalah bahasa Indonesia, seni budaya dan keharmonisan beragama, kegiatan sosial serta kearifan lokal.

Dalam rentang waktu tersebut, peserta akan berkesempatan mengenal dan merasakan suasana pada saat Hari Besar Keagamaan di Indonesia, seperti Hari Raya Waisak, Ramadhan, Idul Fitri, dan Idul Adha serta kemeriahan menyambut peringatan HUT RI ke-74.

Selama 3 (tiga) bulan peserta BSBI akan berlatih di sanggar dan universitas mitra Kemenlu RI, yaitu Sanggar Seni Semarandana – Bali, Kazaki Art School – Makassar, Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran – Yogyakarta, Yayasan Seni Gubang – Kutai Kartanegara, Sanggar Sayu Gringsing – Banyuwangi dan Sanggar Syofyani – Padang.

Pembukaan program BSBI 2019 juga diisi dengan pengukuhan peserta BSBI 2019 secara resmi melalui upacara adat tradisional Indonesia.

Catatan kegiatan kreatif dan promosi para alumni BSBI di negara asal untuk Indonesia antara lain yaitu menjadi guru tari/koreografer, menyelenggarakan pameran lukisan foto, promosi gastronomi, membuat ikatan persahabatan Indonesia dengan negara asal, membuat lagu dan video klip untuk media sosial, dll. (sumber)

Add Comment