Pelajar Indonesia Luncurkan Komik di Markas PBB

foto
Rizka Raisa Fatimah Ramli. Foto: Istimewa.

Seorang seniman muda dan aktivis dari Makassar meluncurkan sebuah buku komik di Markas Besar Perserikatan Bangsa-Bangsa di New York.

Komik baru dibuat untuk membantu menjaga anak-anak dan remaja dari kekerasan di dalam dan sekitar sekolah itu.

Tokoh bernama Cipta dikisahkan mampu menghidupkan karakter yang digambarnya untuk mengalahkan kekuatan yang tak terlihat dan memulihkan perdamaian di sekolah.

Pembuatanya adalah Rizka Raisa Fatimah Ramli yang berusia 18 tahun, pemenang Kontes Komik Superhero UNICEF dan Comic’s Uniting Nations.

Rizka mempersembahkan karyanya kepada para pemimpin dari pemerintah, bisnis, masyarakat sipil dan badan-badan PBB, serta 100 anak-anak dan remaja, pada acara tahunan Forum Politik Tingkat Tinggi PBB tentang Pembangunan Berkelanjutan (HLPF).

“Saya berharap Cipta dapat menginspirasi orang lain untuk bertindak, terutama mereka yang takut untuk berbicara,” kata Rizka.

“Melalui komik, saya ingin membantu anak muda mengatasi ketakutan mereka dan menggunakan kekuatan super mereka sendiri untuk menghentikan intimidasi dan kekerasan, termasuk melalui seni dan ekspresi, seperti menggambar, menulis, aktivisme, atau akting,” imbuhnya.

Pemerintah Indonesia, diwakili oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yohana Yembise, memuji prestasi Rizka sebagai kebanggaan bagi anak-anak bangsa.

“Kaum muda sendiri adalah mitra dan agen perubahan yang tidak terpisahkan untuk membuat sekolah aman untuk belajar,” kata Menteri Yohana Yembise.

Menurut Yohana, contoh yang sangat baik dari kapasitas dan kreativitas kaum muda untuk bertindak sebagai agen perubahan adalah buku komik yang dibuat oleh anak Indonesia, Rizka, yang memenangkan Kontes Komik Pahlawan Super Sekolah 2019.

“Buku komiknya adalah tentang seorang pahlawan super yang membuat gambarnya hidup dan menghentikan perundungan di sekolah. Kita harus berbuat lebih banyak untuk mendukung kaum muda seperti Rizka untuk berbicara tentang kekerasan di sekolah,” tutur Yohana.

Lomba komik tersebut meminta anak-anak dan orang muda untuk menciptakan pahlawan super yang dapat membuat siswa aman dari kekerasan di dan sekitar sekolah, termasuk perundungan.

Sejak memenangi lomba kelas dunia tersebut di awal tahun 2019, Rizka bekerja sama dengan tim penulis dan ilustrator di Amerika Serikat untuk menghidupkan konsepnya. Komiknya

sekarang akan didistribusikan kepada siswa di lebih dari 100.000 sekolah di seluruh dunia, termasuk di Indonesia.

“Cipta adalah metafora yang kuat untuk para pahlawan super muda di seluruh dunia mengambil tindakan terhadap kekerasan dan intimidasi di dan sekitar sekolah,” kata Direktur Eksekutif UNICEF Henrietta Fore.

“Ketika kita menandai peringatan 30 tahun adopsi Konvensi Hak-Hak Anak, saya tidak ragu bahwa anak muda di seluruh dunia, termasuk Rizka, akan menginspirasi para pemimpin dunia untuk mengambil tindakan demi hak setiap anak.” (ist)

Add Comment