Paten Kerapan Sapi Brujul Milik Kota Probolinggo

foto
Kerapan sapi brujul di lapangan Kedopok, Kota Probolinggo. Foto: Happy/TIMES Indonesia.

Kota Probolinggo, Jawa Timur, patut berbangga. Kerapan sapi brujul, salah satu warisan budaya tak benda asal kota pesisir ini, resmi memiliki hak paten.

Kepastian itu didapat setelah Dinas Budaya dan Pariwisata menjalani sidang Penetapan Warisan Budaya Tak Benda Indonesia oleh Dirjen Warisan dan Diplomasi Budaya, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Pada 13-16 Agustus 2019 lalu, di Hotel Millenium, Tanah Abang, Jakarta.

Dihadapan 17 ahli budaya, Kadisbudpar Tutang Heru Aribowo, Kabid Destinasi Wisata Pramito Legowo dan Kabid Kebudayaan, Sardi menjelaskan soal kerapan sapi brujul.

“Alhamdulillah, untuk sapi brujul sendiri tidak ada kendala berarti. Karena sidang ini sangat ketat sekali. Untuk menentukan hak paten yang ada. Apalagi jika ada kemiripan dengan budaya serupa lainnya,” terang Tutang seperti dikutip TIMES Indonesia, Senin (19/8).

Capaian itu, tidak serta merta dicapai begitu saja. Sekitar 4 bulan sebelumnya, pihak Disbudpar mengajukan hak paten kerapan sapi brujul itu. Sebelum sidang, ada verifikasi administrasi.

“Bukti-bukti pelestarian budaya kerapan sapi brujul di Kota Probolinggo, jadi tiket emas untuk memuluskan klaim hak paten. Terutama even-even kerapan sapi brujul yang sudah diadakan sebelumnya,” ujar mantan Kepala DLH era Walikota Rukmini ini.

Keuntungan hak paten budaya Kerapan Sapi Brujul ini, bisa menjadi ciri khas yang melekat di Kota Probolinggo. Tidak bisa diklaim daerah lain. Namun masih bisa ditampilkan oleh daerah lain, dengan menyebut asal kebudayaan tersebut.

Tutang menyebut, jika ada daerah lain yang mengklaim, bisa diproses pidana. Karena kebudayaan ini sudah melekat di Kota Probolinggo. (ist)

Add Comment