KKBI Elektronik ‘Disnetra’ Diluncurkan

foto
Peluncuran KBBI pada acara Bulan bahasa dan Sastra 2019. Foto: Kemdikbud.go.id.

Pada puncak perayaan Bulan Bahasa dan Sastra tahun 2019, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melalui Badan Pengembangan Bahasa dan Perbukuan (BPBP) meluncurkan berbagai produk kebahasaan dan kesastraan.

Di antaranya Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) elektronik “Disnetra” untuk para penyandang disabilitas netra. Bulan Oktober sebagai bulan Bahasa dan Sastra menjadi bulan pembuktian para pemuda-pemuda hebat dan para ahli bahasa dan sastra untuk memunculkan berbagai inovasi.

“Tahun lalu kami meluncurkan KBBI cetak khusus untuk saudara-saudara kita disabilitas netra dan tahun ini kami akan meluncurkan KBBI Disnetra yaitu KBBI elektronik bagi penyandang disabilitas netra,” kata Kepala Badan Pengembangan Bahasa dan Perbukuan (Kepala BPBP) Kemendikbud, Dadang Sunendar.

“Alhamdulillah produk ini segera akan diluncurkan dan mudah-mudahan saudara kita sesuai dengan Undang-undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas bisa juga meningkatkan literasi mereka setidaknya melalui jalan yang sama dengan kita yaitu melalui Kamus Besar Bahasa Indonesia,” imbuhnya.

Dilanjutkan, bahwa seiring dengan perkembangan yang terjadi di masyarakat, maka bahasa dan sastra Indonesia juga terus berkembang. Perkembangan bahasa dan sastra berlangsung secara alami ataupun terencana sesuai dengan garis haluan kebahasaan yang menjadi kebijakan nasional.

“Hal itu dimaksudkan agar perkembangan bahasa dan sastra dapat selaras dengan tuntutan kebutuhan masyarakat dalam berbagai bidang baik dalam bidang sosial budaya, politik, ekonomi, hukum, ilmu pengetahuan dan teknologi, komunikasi massa, pemerintahan maupun dalam bidang-bidang lain,” terang Dadang.

Dadang mengungkapkan bahwa pengembangan bahasa di tanah air harus terus dilakukan oleh BPBP.

Selain itu perlindungan terhadap bahasa dan sastra daerah juga harus secara paralel dilakukan bekerjasama dengan pemerintah daerah di Indonesia karena perlindungan ini berarti pula perlindungan terhadap keberagaman Indonesia yang multi etnis dan multilingual.

“Saya akan terus mendukung berbagai upaya untuk menegakkan kedaulatan bangsa Indonesia di tanah air, melestarikan bahasa daerah serta mendukung semua lapisan masyarakat untuk menguasai bahasa asing strategis untuk meningkatkan daya saing kita,” tegasnya. (sak)

Add Comment