KAreB’S Kampanye Ageman Tradisional ke Tokoh

foto
Komunitas Arek Blusukan Suroboyo Kunjungi kediaman Bambang DH. Foto: Istimewa.

Masifnya budaya asing ke Indonesia menjadikan Komunitas Arek Blusukan Surabaya (KAreB’S) getol mengkampanyekan busana tradisional Indonesia.

Untuk itu, komunitas yang personelnya dari berbagai kalangan mengkampanyekan ageman tradisi Indonesia pada sejumlah tokoh. Salah satunya Bambang DH.

Caranya, puluhan anggota KAreB’S unjung atau berkunjung ke kediaman aggota legislatif dari Dapil Jatim 1 di kawasan Pagesangan Surabaya dengan mengenakan ageman tradisional Indonesia.

Silaturahmi ke rumah mantan walikota Surabaya dua periode berlangsung gayeng. Terlebih, saat Badrut Tamam salah satu personel KAreB’S memberikan bingkisan berupa sarung batik berwarna sogan pada BambangDH agar dikenakan.

“Wahduh, suwun rek, suwuun,” kata Bambang seraya mengenakan sarung barunya. Dibantu Djadi Galajapo, pelawak kondang Jawa Timur menjelaskan makna bersarung dan berikat kepala pada mantan anggota DPRD Jatim itu.

Pada kesempatan itu, Bambang DH mengaku gembira dengan KAreB’S yang salah satu misinya sosial kemasyarakatan.

“Luar biasa KAreB’S. Kalau banyak komunitas seperti ini, insyaAllah pembangunan negara kita bisa lancar dari berbagai sisi,” ungkap politisi gaek PDIP seraya memaparkan program komisi III nya.

Sementara itu, Siti Nasyi’ah, koordinator KAreB’S mengatakan, kampanye ageman tradisional akan dilakukan dalam unjung-unjung pada sejumlah tokoh. Tujuannya, agar budaya Indonesia tidak punah tergerus masifnya budaya asing. Seperti Arab dan budaya barat lainnya.

“Kami tidak anti asing,” tegas perempuan yang populer dipanggil Ita. Tapi, katanya lebih lanjut, KAreB’S harus getol mengimbangi derasnya budaya asing dengan cara mengkampanyekan busana khas masyarakat Indonesia karena lebih agung.

“Bersarung kain batik, bagi laki-laki lebih santun dibanding harus ikut-ikutan busana negara lain. Apalagi,jika ditambah hem dan ikat kepala,” tambahnya seraya menyebutkan filosofi busana Jawa.

Menurutnya, sarung batik bagi laki-laki, bisa dikenakan dengan hem lengan pendek, lengan panjang, t-shirt hingga jas untuk acara resmi.

Khasanah Indonesia makin terasa kental, jika penampilan ini dilengkapi dengan ikat kepala. Baik kopyah maupin udeng dari berbagai daerah.

Sedang untuk perempuan, papar Ita, kebaya dan kain batik sebagai bawahan makin menambah anggun perempuan Indonesia dalam berpenampilan. (ita)

Add Comment